Nusron Wahid Ajak Santri Siapkan Diri Menjadi Pemimpin Masa Depan Bangsa

Nasional98 Dilihat

SUKABUMI, AMNN.CO.ID – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak para santri untuk mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin yang mampu berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Milad ke-26 Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh YASPIDA di Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (4/6/2026).

Di hadapan ratusan santri, Nusron menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga mampu berkiprah di bidang pemerintahan, pembangunan, dan kepemimpinan nasional.

Menurutnya, santri harus memiliki visi yang jelas untuk mengambil peran dalam pembangunan bangsa. Ia menilai generasi muda pesantren tidak cukup hanya menjadi penerus, tetapi juga harus siap menjadi penggerak dan pemimpin di masa depan.

“Santri harus siap menjadi pemimpin di berbagai bidang. Ada yang menjadi ulama, ada yang menjadi teknokrat, dan ada yang menjadi pemimpin bangsa. Semua harus dipersiapkan sejak sekarang agar mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujar Nusron.

BACA JUGA:  Wamen ATR/BPN: Kantah Merupakan Garda Terdepan Pelayanan kepada Masyarakat

Dalam kesempatan itu, ia mengibaratkan santri sebagai generasi yang saat ini tengah menerima estafet kepemimpinan dan pada waktunya harus siap melanjutkan perjuangan para pendahulunya. Karena itu, pendidikan pesantren dinilai penting untuk membentuk karakter, wawasan, dan kapasitas kepemimpinan para santri.

Nusron juga menjelaskan bahwa kemajuan masyarakat dan kesejahteraan umat memerlukan sinergi antara tiga unsur penting, yakni ilmu keagamaan, kebijaksanaan dalam pengambilan kebijakan, serta kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan bangsa dan masyarakat.

Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi yang mampu berkiprah dalam ketiga bidang tersebut, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Selain itu, Nusron mendorong para santri untuk meningkatkan literasi politik dan memahami berbagai persoalan kebangsaan. Ia menilai keterlibatan santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi penting agar mampu berpartisipasi dalam menentukan arah pembangunan Indonesia.

“Santri tidak boleh apatis terhadap politik. Santri harus memahami kebijakan publik dan kehidupan berbangsa agar mampu ikut menentukan arah pembangunan bangsa,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri ATR/Kepala BPN menyerahkan sertipikat tanah wakaf kepada Pimpinan Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh YASPIDA, K.H. E.S. Mubarok. Penyerahan sertipikat tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan kepastian hukum terhadap aset lembaga pendidikan keagamaan.

BACA JUGA:  Kantah Jombang Tetap Buka Saat Libur Panjang, Warga Manfaatkan Layanan Terbatas

Dengan adanya legalitas yang jelas, tanah wakaf diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan masyarakat di lingkungan pesantren.

Turut mendampingi Menteri ATR/Kepala BPN dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Timur, Shamy Ardian. Acara juga dihadiri Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Kapolres Sukabumi AKBP Samian, serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi Wendi Isnawan.