Ciamis, AMNN.co.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis menyelenggarakan kegiatan santunan bagi anak yatim dan difabel dalam rangka memperingati Lebaran Yatim dan Difabel yang digelar serentak secara nasional pada Jumat, 4 Juli 2025.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Kantor Kemenag Ciamis dan melibatkan seluruh satuan kerja di bawah naungan Kemenag, termasuk madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Ciamis.
Kepala Kemenag Ciamis, Asep Lukman Hakim, menjelaskan bahwa santunan ini merupakan bagian dari agenda nasional Kementerian Agama dalam menyambut bulan Muharram, yang dikenal sebagai bulannya anak yatim.
“Kegiatan ini mengajak seluruh ASN dan mitra Kemenag untuk lebih peduli terhadap anak-anak yatim dan difabel, tidak hanya dari sisi materi, tetapi juga dari sisi pendidikan dan sosial mereka,” ujar Asep.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 100 anak disantuni langsung di Kantor Kemenag Ciamis. Sementara itu, 270 anak lainnya menerima santunan melalui KUA kecamatan, madrasah, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ). Total penerima manfaat tercatat mencapai sekitar 370 orang.
Asep menegaskan bahwa kegiatan ini tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan harus terus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Kebutuhan anak yatim tidak cukup dipenuhi dalam satu waktu. Kepedulian kita harus terus berlanjut hingga mereka dewasa. Ini adalah tanggung jawab sosial dan spiritual kita bersama,” tegasnya.

Apresiasi MUI Ciamis: Momentum Berbagi di Bulan Muharram
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis, KH. Saeful Ujun, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan santunan ini.
Ia menilai kegiatan tersebut sangat tepat dilakukan di bulan Muharram yang penuh kemuliaan.
“Bulan Muharram adalah momentum terbaik untuk berbagi, terutama kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Banyak hadits yang menjelaskan keutamaan memberi santunan di bulan ini,” ungkapnya.
KH. Saeful juga mendorong para dermawan untuk lebih aktif menyalurkan zakat dan infak kepada mereka yang membutuhkan.
“Semakin banyak anak yatim yang kita bantu, semakin luas pula ladang amal bagi kita semua. Jika kita tidak peduli, perlu dipertanyakan sejauh mana kepekaan dan kepedulian keagamaan kita,” tandasnya. (PUTRI)