Menteri Nusron: Kepastian Hukum Tanah Jadi Kunci Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Nasional129 Dilihat

MALANG, AMNN.CO.ID – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional harus ditopang oleh kepastian hukum atas kepemilikan dan pemanfaatan tanah. Kepastian tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan.

Pernyataan itu disampaikan Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, saat mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jumat (17/7/2026).

Menurut Nusron, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga memerlukan jaminan hukum terhadap lahan yang dikelola masyarakat.

“Bagi kami, ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari kepastian hukum atas tanah,” ujar Nusron melalui akun Instagram resminya.

Ia menjelaskan, selain memberikan kepastian hukum hak atas tanah, Kementerian ATR/BPN juga terus mendorong penataan ruang yang berkelanjutan serta perlindungan terhadap lahan pertanian produktif agar tidak beralih fungsi secara tidak terkendali.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional.

BACA JUGA:  Kementerian ATR/BPN Sosialisasi Pendaftaran Tanah Ulayat di Luwu Timur

“Kami berkomitmen untuk memastikan setiap jengkal lahan produktif dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai fondasi menuju swasembada pangan dan kedaulatan pangan Indonesia,” tuturnya.

Panen Raya Serentak yang digelar di 43 titik di berbagai wilayah Indonesia itu, lanjut Nusron, menjadi bukti sinergi antarlembaga dalam memperkuat sektor pertanian nasional. Kolaborasi lintas sektor dinilai berperan penting dalam meningkatkan produktivitas, mendorong hilirisasi hasil pertanian, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Ini wujud nyata sinergi pemerintah dalam meningkatkan produksi, memperkuat hilirisasi, serta menghadirkan kesejahteraan yang lebih baik bagi para petani,” katanya.

Pada kegiatan panen raya di Kota Malang tersebut, berbagai komoditas pertanian dipanen, di antaranya tebu, padi, dan kedelai. Acara itu juga dihadiri sejumlah menteri dan anggota Kabinet Merah Putih yang mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian kegiatan.