Masjid Agung Ciamis Penuh Sesak, Umma Ilmia Ajak Ribuan Akhwat Berdamai dengan Takdir

Pendidikan21 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Suasana Masjid Agung Ciamis dipenuhi ribuan jemaah perempuan dalam kegiatan Safari Dakwah bertajuk Munajat Cinta dan Pelukan yang menghadirkan Umma Ilmia Amalia, S.Pd., M.Pd., CH., CHT., CPHT., CNLP, pada Sabtu (8/8/2026).

Acara yang diselenggarakan Majelis Taklim Roudlotunnisa tersebut mengangkat tema muhasabah dengan pembahasan yang bersinggungan dengan parenting, konseling, serta hypnotherapy dalam perspektif Islam.

Melalui kajian tersebut, peserta diajak melihat kembali perjalanan diri, belajar berdamai dengan berbagai keadaan, serta memahami bagaimana menghadapi persoalan hidup dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman.

Kehadiran jemaah dalam jumlah besar menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kajian yang tidak hanya membahas aspek keagamaan, tetapi juga persoalan mental dan emosional yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pentingnya Kecerdasan Spiritual dan Emosional

Dalam penyampaiannya, Umma Ilmia Amalia menilai persoalan mental dan emosional tidak mengenal batas usia maupun jenis kelamin. Menurutnya, tantangan tersebut dapat muncul pada anak-anak hingga orang dewasa, baik perempuan maupun laki-laki.

Ia menyebut perkembangan media sosial, pola pengasuhan di dalam keluarga, serta pengaruh lingkungan sebagai sejumlah hal yang dapat memberikan dampak terhadap kondisi mental seseorang.

“Bagaimana kita menerima takdir dari Allah dengan cara yang indah, dengan cara yang sangat Allah cintai. Hari ini kita melihat orang-orang, baik laki-laki maupun perempuan, ibu-ibu, bapak-bapak hingga anak-anak, banyak yang menghadapi persoalan mental,” ujar Umma Ilmia.

BACA JUGA:  KKRA Ciamis Siapkan Guru RA Hadapi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Karena itu, ia menilai orang tua memiliki peranan penting dalam menyiapkan anak menghadapi kehidupan. Bekal yang diberikan kepada anak, menurutnya, tidak semestinya hanya berorientasi pada kemampuan akademik.

Kecerdasan intelektual perlu berjalan beriringan dengan kemampuan spiritual dan emosional agar anak memiliki fondasi yang lebih kuat ketika berhadapan dengan berbagai persoalan.

“Bagaimana menjadi seorang ibu yang bisa membekali anak-anaknya dengan bekal terbaik, bukan hanya bekal kecerdasan IQ, tetapi juga kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional. Dengan begitu, seorang ibu dan anak-anaknya bisa lebih siap menghadapi tantangan dunia,” katanya.

Umma Ilmia juga menekankan bahwa keadaan seorang ibu dapat berpengaruh terhadap atmosfer yang terbentuk di dalam keluarga. Ketika seorang ibu mampu menjaga ketenangan dan kebahagiaannya, kondisi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan bagi anak maupun anggota keluarga lainnya.

“Kalau ibunya cerdas, ibunya bahagia, ibunya tenang, maka dia sedang menyelamatkan anak-anak dan generasinya, sekaligus menyelamatkan keluarganya,” ungkapnya.

Di hadapan para jemaah, ia turut mengingatkan agar berbagai persoalan hidup tidak hanya dihadapi dengan kekuatan diri sendiri. Menurutnya, setiap ujian, luka, dan masalah perlu dikembalikan kepada Allah SWT sebagai tempat memohon pertolongan.

BACA JUGA:  Tanjakan Berlubang di Sukadana Ciamis Makan Korban

“Solusi terbaik adalah kita semuanya mengembalikan setiap masalah, setiap luka, ujian dan persoalan hidup hanya kepada Allah. Itu adalah solusi terbaik. Maka Allah akan mudah menurunkan rahmat dan pertolongan-Nya kepada kita semua,” tuturnya.

Majelis Taklim Dorong Pembinaan Generasi Z

Pengurus Majelis Taklim Roudlotunnisa, Hj. Yeni Nuraeni, S.Pd.I., berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai forum pengajian semata, tetapi dapat memberikan manfaat praktis bagi jemaah dalam menjalani kehidupan.

Ia mengatakan berbagai pesan yang disampaikan dalam kajian diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi peserta, terutama dalam menghadapi kondisi kehidupan yang semakin kompleks.

“Mudah-mudahan dengan kajian ini jemaah Roudlotunnisa dapat mengambil hikmah atau pelajaran, sehingga dalam menghadapi kehidupan yang serba berat ini kita bisa melewatinya dengan baik dan semakin mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Yeni.

Menurut Yeni, perhatian terhadap generasi muda juga menjadi salah satu alasan pihaknya terus menghadirkan kegiatan kajian dengan tema dan narasumber yang beragam.

Generasi Z, kata dia, membutuhkan ruang untuk mendapatkan pemahaman dan pencerahan agar lebih siap menghadapi tantangan kehidupan, termasuk persoalan yang muncul akibat perubahan lingkungan sosial dan perkembangan teknologi.

“Generasi Z sekarang haus akan pencerahan-pencerahan untuk menghadapi kehidupan. Karena itu, kami berharap kehadiran Umma Ilmia menjadi pencerah dan angin segar untuk menambah wawasan dalam menghadapi kehidupan,” katanya.

BACA JUGA:  Ponpes Miftahul Ridwan Lepas Angkatan Kelima, Kuota Santri Baru Langsung Penuh

Majelis Taklim Roudlotunnisa sendiri secara rutin mengadakan kajian mingguan. Setiap pertemuan menghadirkan pembahasan dan narasumber yang berbeda sehingga jemaah dapat memperoleh sudut pandang yang lebih beragam.

“Alhamdulillah, setiap minggu kajian yang kami hadirkan berbeda-beda. Ibu-ibu merasa mendapatkan masukan dan pencerahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Yeni juga berharap forum kajian tatap muka dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk memperoleh pembinaan secara langsung. Menurutnya, aktivitas anak muda tidak seharusnya hanya berkutat dengan perangkat digital, tetapi juga perlu diimbangi dengan interaksi bersama para pendidik dan tokoh agama.

“Semoga dengan adanya kajian-kajian ini anak-anak Gen Z sekarang tidak hanya menggeluti gadget, tetapi juga bisa berhadapan langsung dengan penceramah. Dengan begitu, mereka bisa tersentuh dan mengkaji secara langsung apa yang disampaikan para ustaz dan ustazah,” katanya.

Antusiasme jemaah dalam Safari Dakwah Umma Ilmia Amalia menjadi catatan positif bagi Majelis Taklim Roudlotunnisa untuk terus mengembangkan kegiatan keagamaan yang menyentuh persoalan masyarakat.

Ke depan, kajian serupa diharapkan dapat terus digelar dengan menghadirkan materi yang relevan, khususnya berkaitan dengan penguatan keimanan, ketahanan keluarga, kesehatan emosional, serta pembinaan generasi muda di Kabupaten Ciamis. (putri)