MAN 6 Ciamis Miliki Program Unggulan Bahasa Jepang dan Mandarin

Pendidikan38 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 6 Ciamis membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menonjolkan program unggulan bahasa asing, khususnya bahasa Jepang dan Mandarin. Program ini menjadi daya tarik utama di tengah kebutuhan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Rumah Sakit No.20, Situmandala, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ini menghadirkan pembelajaran bahasa Jepang dan Mandarin sebagai nilai lebih yang belum banyak dimiliki sekolah lain di wilayah tersebut.

Kepala MAN 6 Ciamis, Misbahudin, mengatakan penguatan bahasa asing menjadi fokus pengembangan madrasah untuk membekali siswa menghadapi persaingan global.

“Selain bahasa Inggris, Arab, dan Indonesia, di sini juga ada bahasa Jepang dan Mandarin. Ini menjadi salah satu keunggulan yang terus kami kembangkan,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan bahasa Jepang dan Mandarin membuka peluang lebih luas bagi siswa, baik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja, termasuk di perusahaan asing atau luar negeri seperti Jepang.

“Dengan bekal bahasa Jepang atau Mandarin, siswa memiliki peluang lebih besar, misalnya saat ada rekrutmen kerja di luar negeri,” katanya.

Adapun pendaftaran PPDB dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama jalur prestasi dibuka mulai 1 Maret hingga 14 Mei 2026, dilanjutkan verifikasi berkas pada 17 Mei dan daftar ulang 18–21 Mei 2026. Sementara gelombang kedua jalur reguler berlangsung 9 Mei hingga 1 Juli 2026, dengan verifikasi 2 Juli, pengumuman 3 Juli, serta daftar ulang 6–8 Juli 2026.

Selain program bahasa, MAN 6 Ciamis juga menyediakan tiga peminatan utama, yakni IPA, IPS, dan Bahasa. Fasilitas pendukung lainnya berupa kursus komputer bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Penguatan kualitas pendidikan juga dilakukan melalui pengembangan program jangka panjang dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk peninjauan visi dan misi madrasah. Di sisi lain, budaya literasi terus ditumbuhkan melalui kegiatan menulis, wawancara, hingga pembuatan artikel dalam ekstrakurikuler Komunitas Pecinta Literasi (Kuaci).

Madrasah yang telah terakreditasi A ini menargetkan penerimaan sekitar 120 siswa pada tahun ajaran baru. Sosialisasi pun telah dilakukan ke sejumlah SMP dan MTs di wilayah sekitar.

Misbahudin berharap keunggulan bahasa asing tersebut dapat menjadi bekal penting bagi masa depan siswa.

“Harapannya, siswa tidak hanya memiliki akhlak yang baik, tetapi juga unggul dalam kemampuan bahasa asing untuk menghadapi tantangan global,” pungkasnya. (Putri)