MAN 1 Ciamis Dorong Remaja Pahami Kesiapan Pernikahan Sejak Dini

Pendidikan68 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Pembekalan kepada remaja mengenai kehidupan berumah tangga perlu dilakukan sejak dini. Persiapan tersebut tidak hanya menyangkut usia, tetapi juga mencakup kematangan fisik, kesiapan mental, serta pemahaman terhadap nilai-nilai agama.

Hal itu menjadi salah satu pesan yang disampaikan Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Ciamis, H. Dayat, S.Pd., M.Si., saat mengikuti kegiatan Gerak Cipta Masyarakat Islam di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Selasa (20/10/2026).

Mengusung tema “Wujudkan Layanan Keagamaan Berdampak dan Berdaya”, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah materi edukatif bagi kalangan pelajar. Pembahasan tidak terbatas pada bimbingan bagi remaja usia nikah, tetapi juga mencakup ilmu hisab rukyat dan pengenalan bahasa isyarat Al-Qur’an.

Dayat menjelaskan, pengetahuan mengenai pernikahan merupakan bekal penting bagi generasi muda. Melalui edukasi yang tepat, pelajar diharapkan mampu memahami tanggung jawab serta berbagai aspek yang harus dipersiapkan sebelum membangun rumah tangga.

Menurutnya, kehidupan pernikahan membutuhkan kesiapan menyeluruh. Selain memahami ketentuan agama, seseorang juga perlu memiliki kondisi fisik yang memadai dan kematangan mental untuk menghadapi dinamika kehidupan keluarga.

Ia menilai, penyampaian materi kepada remaja perlu dikemas secara komunikatif agar pesan yang diberikan dapat dipahami dengan baik. Sosialisasi dan seminar menjadi salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai aspek persiapan pernikahan kepada pelajar.

Dengan pembekalan tersebut, para siswa diharapkan semakin memahami pentingnya kesiapan diri dan ketentuan yang berkaitan dengan pernikahan sebelum menentukan pilihan dalam kehidupan mereka.

Dayat juga menyambut positif keterlibatan siswa MAN 1 Ciamis dalam kegiatan tersebut. Antusiasme peserta, menurutnya, menunjukkan bahwa kegiatan edukasi keagamaan dapat menjadi ruang untuk memperluas pengetahuan sekaligus mengenalkan hal-hal baru kepada pelajar.

Tidak hanya memperoleh informasi tentang persiapan pernikahan, peserta juga berkesempatan mempelajari materi hisab rukyat dan bahasa isyarat Al-Qur’an.

Ia menerangkan, ilmu hisab rukyat memiliki keterkaitan erat dengan penentuan kalender Hijriah, termasuk penetapan awal Ramadan dan Syawal. Oleh karena itu, pengenalan materi tersebut dapat menambah wawasan keagamaan siswa madrasah.

Sementara itu, pengenalan bahasa isyarat Al-Qur’an dinilai memiliki nilai penting dalam membangun lingkungan keagamaan yang lebih inklusif. Pengetahuan ini dapat mendukung akses penyandang disabilitas, khususnya individu dengan hambatan pendengaran, dalam mengenal dan memahami Al-Qur’an.

Dayat berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan materi yang relevan bagi kebutuhan generasi muda. Menurutnya, pendidikan keagamaan perlu memberikan manfaat yang lebih luas, mulai dari peningkatan wawasan hingga pembentukan karakter dan kepedulian terhadap sesama.

Ia pun berharap materi yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat menjadi tambahan bekal bagi siswa untuk memahami persiapan kehidupan berumah tangga, pengetahuan hisab rukyat, serta pentingnya akses keagamaan bagi penyandang disabilitas.

Darussalam Perkenalkan Logo SABDA Menuju Satu Abad

Selain kegiatan edukasi keagamaan, Pondok Pesantren Darussalam Ciamis turut menggelar pengumuman pemenang sayembara sekaligus peluncuran logo SABDA, singkatan dari Satu Abad Darussalam.

Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju peringatan satu abad Pondok Pesantren Darussalam Ciamis. Melalui sayembara pembuatan logo yang dibuka untuk masyarakat umum, penyelenggara memberikan ruang partisipasi bagi berbagai kalangan untuk turut menyemarakkan momentum bersejarah tersebut.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, beserta jajaran; Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, H. Yayan Herdiana, beserta jajaran; Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, Prof. Dr. K.H. Fadlil Munawwar Manshur, M.S.; serta pimpinan pondok pesantren, K.H. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA., M.Ag., bersama jajaran.

Peluncuran logo SABDA sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian menuju usia satu abad pesantren. Keterlibatan masyarakat melalui sayembara diharapkan dapat memperkuat partisipasi publik dalam menyambut perjalanan panjang Pondok Pesantren Darussalam Ciamis. (Putri)