Lulusan UID Ciamis Diingatkan Siap Hadapi Tantangan Masa Depan yang Anomali

Kampus menekankan pentingnya ilmu dan etika dalam menghadapi perubahan zaman.

Pendidikan44 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Universitas Islam Darussalam (UID) Ciamis kembali meluluskan ratusan mahasiswa dalam Wisuda Program Sarjana ke-33 dan Program Pascasarjana ke-20 Tahun 2025.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat di Gedung Pondok Pesantren Darussalam, Minggu (28/12/2025), dan diikuti wisudawan-wisudawati dari berbagai program studi.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Islam Darussalam Ciamis, Dr. Hj. N. Hani Herlina, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan akademik tersebut dengan lancar.

Ia menilai momentum wisuda menjadi bukti komitmen UID dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas.

Menurut Rektor, kiprah UID selama ini tidak terlepas dari perannya dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa lulusan UID diharapkan menjadi insan intelektual yang berlandaskan nilai keagamaan, memiliki integritas, serta siap menghadapi dinamika zaman.

“Wisuda bukanlah titik akhir perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan seorang lulusan tidak semata diukur dari gelar akademik, melainkan dari sejauh mana ilmu dan nilai yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu, para wisudawan dipandang sebagai aset strategis daerah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA:  Universitas Galuh Fokuskan KKN pada Kearifan Lokal dan Sumber Daya Alam

Rektor juga mendorong agar sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat, baik melalui kegiatan riset, pengabdian masyarakat, penguatan karakter, hingga pemberdayaan ekonomi kreatif.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UID Ciamis, Dr. Sumadi, M.Ag., menyebutkan bahwa jumlah lulusan yang diwisuda tahun ini sebanyak 464 orang, terdiri dari 417 lulusan Program Sarjana dan 47 lulusan Program Pascasarjana.

Ia menjelaskan, UID menyelenggarakan tujuh program studi jenjang sarjana, meliputi Hukum Keluarga, Ekonomi Syariah, Manajemen Syariah, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Anak Usia Dini, serta PGMI atau Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (SD). Selain itu, terdapat satu Program Pascasarjana Ilmu Pendidikan Islam.

Menurutnya, capaian lulusan UID cukup membanggakan karena sebagian di antaranya telah memperoleh pekerjaan sebelum resmi diwisuda. Bahkan, sejumlah alumni tercatat telah diterima sebagai aparatur sipil negara, baik PNS maupun PPPK di lingkungan Kementerian Agama, serta mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Dr. Sumadi juga mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terjun ke tengah masyarakat dan memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya dalam menghadapi masa depan yang bersifat anomali dan penuh tantangan.

BACA JUGA:  HUT ke-20 Himpaudi, Ribuan Guru PAUD Ciamis Kompak Perjuangkan Hak Profesi

Ia menegaskan bahwa UID berkomitmen menjaga standar mutu pendidikan, pembelajaran, dan lulusan sesuai dengan standar nasional yang berlaku.

“Wisuda adalah awal untuk terjun ke masyarakat. Seorang sarjana harus mampu membuka ruang manfaat yang lebih luas sesuai bidang keahliannya,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengangkat kisah inspiratif salah satu wisudawati bernama Yesi, yang berhasil menuntaskan studi meski harus berjuang melawan penyakit kanker stadium empat sejak awal perkuliahan.

“Keteguhan dan semangatnya menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Ini menjadi motivasi bagi seluruh wisudawan agar tetap kuat menghadapi berbagai tantangan,” pungkasnya. (Putrie)