Kwarcab Kota Tasikmalaya Dorong Pramuka Garuda Jadi Kader Unggul Masa Depan

Daerah75 Dilihat

KOTA TASIK, AMNN.CO.ID – Gerakan Pramuka Kota Tasikmalaya terus memperkuat pembinaan anggota sekaligus menyiapkan kader muda yang memiliki karakter, kecakapan, dan daya saing. Upaya tersebut kembali ditegaskan dalam peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kota Tasikmalaya yang digelar di Aula Bapelitbangda Kota Tasikmalaya, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Tasikmalaya, H. Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa pembinaan dilakukan secara berjenjang, termasuk melalui peningkatan kemampuan para pembina yang berasal dari kalangan guru.

Salah satu bentuknya adalah Kursus Mahir Dasar (KMD). Program tersebut diarahkan untuk membekali guru dengan kemampuan kepramukaan sehingga setelah menyelesaikan pelatihan mereka dapat menjalankan peran sebagai pembina Pramuka di lingkungan sekolah.

Tidak berhenti pada KMD, peserta juga dapat melanjutkan ke Kursus Mahir Lanjutan (KML). Menurut Muhammad Yusuf, jenjang pendidikan tersebut penting agar para pembina memiliki bekal yang semakin matang dalam mendampingi dan mendidik anggota Pramuka.

“Setelah mengikuti KMD, mereka bisa melanjutkan ke KML. Harapannya, kemampuan yang diperoleh dapat diterapkan untuk membina anak-anak di sekolah maupun di masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan pembina yang kompeten sangat penting karena sebagian besar kader Pramuka berada di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, pembinaan yang dilakukan di sekolah diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki karakter positif.

BACA JUGA:  KADIN Kota Tasikmalaya Dorong UMKM Go Digital Lewat Kolaborasi TikTok Shop dan Tokopedia

Meski berbagai program terus dijalankan, Muhammad Yusuf mengakui dukungan anggaran masih menjadi salah satu tantangan. Saat ini, bantuan keuangan pemerintah yang diterima Kwarcab disebut baru mencapai sekitar separuh dari kebutuhan yang diharapkan.

Kondisi tersebut tidak membuat kegiatan pembinaan berhenti. Kwarcab tetap berupaya menjalankan program sesuai kemampuan yang tersedia.

“Kami tetap bergerak. Walaupun anggaran terbatas, pembinaan kepada masyarakat dan anak-anak sekolah harus tetap berjalan,” katanya.

Selain pembinaan di sekolah, Kwarcab Kota Tasikmalaya juga mengembangkan program berbasis masyarakat melalui Kampung Pramuka di kawasan Cibungursari. Program tersebut terus dipantau untuk melihat perkembangan dan keterlibatan masyarakat.

Menurut Muhammad Yusuf, respons warga terhadap Kampung Pramuka cukup positif. Sejumlah kegiatan produktif telah berkembang, seperti penanaman pakcoy dan cabai serta budidaya ikan lele.

Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa nilai-nilai kepramukaan dapat diterapkan dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, perhatian juga diarahkan kepada Pramuka Garuda sebagai salah satu kader potensial Gerakan Pramuka. Sebanyak 162 anggota Pramuka Garuda sebelumnya telah dikukuhkan oleh Kwarcab Kota Tasikmalaya.

BACA JUGA:  Meriahnya Cap Go Meh 2025 di Ciamis, Warga Nikmati Atraksi Budaya Khas Tionghoa dan Luliner Gratis

Muhammad Yusuf menjelaskan, Pramuka Garuda merupakan anggota yang telah melalui proses pembinaan dan dinilai memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh. Mereka juga mendapatkan sertifikat yang dapat menjadi salah satu modal dalam melanjutkan pendidikan.

Kwarcab Kota Tasikmalaya telah membangun kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Siliwangi (Unsil), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Melalui kerja sama tersebut, anggota Pramuka Garuda berkesempatan memperoleh prioritas ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang telah menjalin kemitraan dengan Kwarcab.

“Sudah ada yang melanjutkan ke ITB, IPB dan perguruan tinggi lainnya. Mereka juga memberikan laporan kepada kami bahwa Pramuka Garuda bisa masuk,” ungkapnya.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan kepramukaan tidak hanya membentuk keterampilan organisasi, tetapi juga dapat menjadi sarana pembentukan mental, kedisiplinan dan karakter generasi muda

Untuk memperkuat pembentukan karakter, Kwarcab Kota Tasikmalaya juga membangun sinergi dengan berbagai lembaga, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

BACA JUGA:  Daya Beli Melemah, Penjualan Hewan Kurban di Tasikmalaya Turun Drastis

Muhammad Yusuf mengatakan kerja sama dengan BNN salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Satuan Karya (Saka) yang bergerak di bidang pencegahan narkotika. Para anggota yang terlibat juga telah menjalani tes urine dan hasilnya dinyatakan negatif.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan anggota Pramuka memiliki ketahanan diri serta tidak mudah terjerumus dalam berbagai aktivitas yang merugikan.

“Pola Pramuka itu lebih banyak pendidikan. Anak-anak harus dibentuk menjadi pribadi yang unggul dan tidak terpengaruh kegiatan negatif,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan sejumlah Pramuka Garuda yang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menjadi motivasi bagi kader lainnya. Pembinaan yang dilakukan diharapkan terus melahirkan generasi muda yang cerdas, bermental kuat, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat

Muhammad Yusuf berharap peringatan Hari Pramuka ke-65 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan memperluas kontribusi Gerakan Pramuka di tengah masyarakat.

“Pramuka Garuda adalah anak-anak potensial yang sudah mendapatkan pembinaan. Mudah-mudahan mereka menjadi generasi unggul dan menjadi orang-orang baik di masa depan,” pungkasnya. (Putri