Kuota Prestasi Sepi Peminat, Sekolah Maung SMAN 1 Ciamis Alihkan Kursi ke Jalur Rapor

Pendidikan29 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – SMA Negeri 1 Ciamis yang merupakan bagian dari Program Sekolah Maung (Manusia Unggul) Jawa Barat telah menyelesaikan tahapan daftar ulang dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Sebanyak 384 calon peserta didik baru dinyatakan diterima dari total 478 pendaftar yang mengikuti proses seleksi.

Ketua Panitia SPMB Sekolah Maung SMAN 1 Ciamis, Jaen, menjelaskan seluruh rangkaian penerimaan siswa baru dilaksanakan sesuai ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tahapan tersebut mencakup pendaftaran, pemeriksaan berkas, penetapan hasil seleksi melalui rapat dewan guru, pengumuman hingga registrasi ulang.

Dari jumlah pendaftar yang ada, sebanyak 94 peserta tidak dapat diterima karena keterbatasan daya tampung sekolah. Penentuan kelulusan dilakukan berdasarkan hasil pemeringkatan pada masing-masing jalur penerimaan.

Menurut Jaen, komposisi penerimaan tahun ini mengalami penyesuaian karena sejumlah jalur prestasi tidak memenuhi kuota yang telah disediakan. Kondisi tersebut menyebabkan sisa kuota dialihkan ke jalur nilai rapor.

Pada jalur potensi akademik, misalnya, kuota yang tersedia sebanyak 38 kursi namun hanya terisi delapan pendaftar. Hal serupa terjadi pada jalur kompetensi akademik dan kejuaraan yang hanya diikuti lima peserta dari kuota 77 kursi.

BACA JUGA:  Lomba Bertutur Dispusip Ciamis Angkat Cerita Rakyat Jawa Barat

“Kuota yang tidak terisi kemudian dialokasikan ke jalur rapor sehingga jumlah kursi pada jalur tersebut bertambah cukup signifikan,” kata Jaen.

Dengan adanya pelimpahan kuota, jalur rapor menjadi jalur dengan daya tampung terbesar. Seleksi pun dilakukan berdasarkan urutan nilai peserta hingga batas kuota terpenuhi.

Sementara itu, persaingan cukup ketat terjadi pada jalur nonakademik. Dari 87 pendaftar yang mengikuti jalur tersebut, hanya 70 peserta yang berhasil lolos sesuai kuota yang tersedia.

Pelaksanaan daftar ulang berlangsung selama dua hari dan mendapat respons positif dari para calon siswa yang diterima. Sebagian besar peserta telah melakukan registrasi pada hari pertama, sedangkan sisanya menyelesaikan proses tersebut pada hari kedua.

Pihak sekolah kini menunggu petunjuk lanjutan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait agenda menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru. Termasuk di dalamnya pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang hingga kini masih menunggu regulasi resmi.

Jaen menambahkan, selama proses SPMB berlangsung tidak ditemukan kendala berarti. Beberapa orang tua dan calon siswa memang sempat meminta penjelasan terkait mekanisme seleksi, namun seluruh pertanyaan dapat dilayani oleh panitia.

BACA JUGA:  Kemenag Sebut MTsN 3 Kota Tasikmalaya Berhasil Padukan Seni dan Pendidikan

“Alhamdulillah pelaksanaan berjalan tertib dan kondusif. Masyarakat yang membutuhkan informasi juga dapat kami layani dengan baik,” ujarnya. (Putri)