Kota Tasikmalaya Raih Peringkat Pertama Kegemaran Membaca di Jawa Barat

Daerah22 Dilihat

KOTA TASIK, AMNN.CO.ID – Kota Tasikmalaya menempati posisi teratas dalam indeks kegemaran membaca di Provinsi Jawa Barat tahun 2026. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menunjukkan angka indeks literasi masyarakat Kota Tasikmalaya mencapai 63,36, mengungguli seluruh kota lainnya di wilayah tersebut.

Peringkat kedua ditempati Kota Bogor dengan skor 61,21, diikuti Kota Sukabumi di posisi ketiga dengan nilai 60,74. Ketiga daerah ini menjadi satu-satunya yang berhasil melampaui angka indeks 60 di Jawa Barat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dipusipda) Kota Tasikmalaya, H. Andi Abdullah, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan budaya literasi di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa penilaian dilakukan oleh Perpustakaan Nasional melalui survei yang menyasar berbagai kelompok, mulai dari pelajar, aparatur sipil negara, hingga pengunjung perpustakaan.

Menurut Andi, tingginya indeks kegemaran membaca dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti ketersediaan bahan bacaan yang relevan, akses terhadap informasi digital, serta durasi membaca masyarakat yang rata-rata telah melampaui satu jam per hari.

BACA JUGA:  Ribuan Warga Meriahkan Tradisi Nyangku di Panjalu Ciamis

Untuk menjaga tren positif tersebut, pihaknya terus menggulirkan berbagai program literasi. Di antaranya layanan mendongeng untuk anak usia dini serta perpustakaan keliling yang rutin mengunjungi sekolah-sekolah di berbagai wilayah.

Ia menambahkan, siswa yang belum mendapatkan akses buku di sekolah dapat memanfaatkan layanan perpustakaan umum maupun mobil perpustakaan yang beroperasi setiap hari dengan lokasi berbeda.

Selain program pemerintah, penguatan literasi juga dilakukan melalui kolaborasi dengan komunitas. Kehadiran taman bacaan masyarakat, pojok baca di ruang publik, hingga fasilitas literasi lainnya turut memperluas jangkauan budaya membaca.

Saat ini, koleksi buku yang dimiliki mencapai lebih dari 50 ribu eksemplar dengan sekitar 26 ribu judul. Pada tahun 2026, pemerintah daerah juga mulai menambah koleksi buku Braille sebanyak 2.000 eksemplar untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas, dengan ratusan di antaranya sudah tersedia.

Andi menegaskan bahwa akses literasi harus inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, sehingga penguatan koleksi ramah disabilitas menjadi prioritas.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, ia mengakui perubahan pola konsumsi informasi menjadi tantangan tersendiri. Masyarakat kini cenderung mengandalkan gawai, namun pihaknya tetap mendorong agar buku menjadi rujukan utama karena dinilai lebih kredibel.

BACA JUGA:  SMAN 1 Ciamis Mulai Laksanakan Program Makan Bergizi Gratis bagi Siswa

Ke depan, Pemerintah Kota Tasikmalaya juga berencana menghadirkan diorama sejarah kota sebagai bagian dari inovasi layanan. Fasilitas ini akan menampilkan perjalanan sejarah daerah dalam bentuk visual tiga dimensi interaktif.

Diorama tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga daya tarik wisata baru yang mampu meningkatkan minat generasi muda terhadap sejarah lokal sekaligus memperkuat identitas daerah melalui pendekatan berbasis teknologi. (Putri)