Kontingen Ciamis Raih Juara Umum Porseni Madrasah Tingkat Jawa Barat 

Olahraga, Pendidikan53 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Prestasi membanggakan ditorehkan kontingen Kabupaten Ciamis dalam Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Siswa Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026. Bertanding di kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya, 22–24 Agustus 2026, Ciamis keluar sebagai juara umum.

Capaian tersebut diperoleh setelah kontingen Ciamis mengoleksi 27 medali, terdiri atas 11 emas, 7 perak, dan 9 perunggu. Raihan itu sekaligus menempatkan Ciamis di posisi teratas klasemen umum Porseni Madrasah Tingkat Jawa Barat.

Ketua I Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGM Indonesia) Kabupaten Ciamis, H. Ezen Zenal Muttaqin, menyebut keberhasilan tersebut merupakan buah dari kualitas peserta didik yang didukung persiapan dan pembinaan secara bersama-sama.

Menurut Ezen, kesiapan atlet menjadi salah satu faktor penting. Selain itu, dukungan Kementerian Agama, Kasi Penmad, kepala madrasah hingga keluarga turut memberikan motivasi kepada para peserta.

“Potensi dan bakat atlet Ciamis memang sedang bagus. Persiapan juga sudah matang. Semuanya tidak lepas dari bimbingan dan motivasi dari berbagai pihak, mulai dari Kemenag, Kasi Penmad, kepala madrasah sampai orang tua siswa,” kata Ezen.

Ia memberikan perhatian khusus terhadap dukungan para orang tua. Menurutnya, kehadiran keluarga secara langsung di arena pertandingan menjadi tambahan semangat bagi para siswa yang sedang membawa nama Ciamis di tingkat Jawa Barat.

“Yang paling membahagiakan, hampir semua orang tua datang memberikan dukungan, khususnya dari MI dan MTs. Mereka hadir langsung untuk menyemangati anak-anak saat bertanding,” ujarnya.

Perolehan medali Ciamis datang dari sejumlah cabang olahraga dan seni. Bola voli serta tenis meja menjadi beberapa cabang yang memberikan kontribusi besar terhadap perolehan prestasi kontingen.

Di cabang bola voli, tim putra MI Ciamis berhasil meraih posisi kedua. Sementara tim putra MTs berhasil menjadi juara pertama. Prestasi lainnya diraih tim putri MA yang juga keluar sebagai juara pertama.

Pada cabang seni dan olahraga lainnya, Ciamis juga menunjukkan hasil positif. Di tingkat MI, di antaranya diraih melalui MTQ putra, kaligrafi putra, serta tenis meja putri yang masing-masing berhasil meraih juara pertama.

Sementara tingkat MTs, Ciamis mencatat juara pertama melalui bola voli putra, tenis meja putra dan kaligrafi putri.

Adapun pada jenjang MA, prestasi juara pertama diraih dari bola voli putri, tenis meja putri, badminton putri serta pidato Bahasa Indonesia putri.

Jika dilihat berdasarkan jenjang pendidikan, Ciamis berada di posisi pertama pada kategori MI, sedangkan MTs dan MA masing-masing menempati peringkat kedua. Akumulasi prestasi dari ketiga jenjang tersebut membawa Ciamis menjadi juara umum tingkat Jawa Barat.

Di balik keberhasilan tersebut, Ezen mengatakan masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki. Salah satunya berkaitan dengan performa tim bola voli putra yang belum mampu mencapai partai final.

Tim tersebut harus terhenti di babak semifinal setelah menghadapi kontingen Bandung. Hasil itu menjadi catatan tersendiri untuk memperkuat pembinaan dan persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.

“Untuk voli putra, kita baru sampai semifinal dan kalah dari Bandung. Ini menjadi bahan evaluasi ke depan karena potensi tim voli, termasuk dari MAN 2, sebenarnya cukup bagus,” jelasnya.

Menurut Ezen, evaluasi tersebut penting agar pembinaan atlet madrasah di Ciamis dapat semakin terarah dan mampu bersaing lebih kuat di tingkat provinsi.

Keberhasilan pada Porseni tahun ini juga diharapkan tidak berhenti pada perolehan medali. Ezen menilai pembinaan harus dilakukan secara berkesinambungan sejak tingkat MI hingga MA.

Ia mendorong agar siswa yang menunjukkan bakat sejak MI tetap mendapatkan pembinaan ketika melanjutkan pendidikan ke MTs. Begitu pula siswa berprestasi di MTs diharapkan dapat diteruskan pembinaannya saat masuk MA.

“Potensi dari MI sudah bisa kita lihat. Tinggal bagaimana mereka terus dibina ketika masuk MTs. Begitu juga dari MTs, siswa yang memiliki kemampuan bagus bisa diarahkan dan direkrut ke MA agar bakatnya tidak terputus,” tuturnya.

Ezen juga meminta madrasah aliyah lebih aktif dalam mencari bibit potensial dari jenjang pendidikan sebelumnya.

“Di tingkat MA harus lebih menggenjot lagi pembinaan dan memilih bibit-bibit unggul dari MTs maupun MI. Ketika masuk MA, pembinaannya tinggal dilanjutkan dan kualitasnya ditingkatkan,” katanya.

Ia mencontohkan tim bola voli MTs Ciamis yang tampil impresif selama pertandingan. Salah satu hasil yang menjadi perhatian adalah kemenangan telak 3-0 atas tim Kabupaten Tasikmalaya.

Mengenai bentuk penghargaan bagi atlet dan pembina yang telah membawa nama Ciamis, Ezen mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis.

Ia menambahkan, dukungan terhadap para atlet selama pertandingan juga datang secara spontan dari berbagai pihak.

“Untuk apresiasi atau reward bagi atlet nanti akan kita bicarakan dengan kantor. Ini merupakan prestasi Kementerian Agama dan semua pihak. Dukungan juga banyak diberikan secara spontan ketika mereka berhasil meraih kemenangan,” ungkapnya.

Ezen berharap Porseni yang digelar setiap dua tahun tersebut dapat menjadi ruang pembinaan berkelanjutan bagi siswa madrasah. Menurutnya, capaian juara umum tahun ini harus menjadi awal untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi pada penyelenggaraan berikutnya.

Ia mengungkapkan, target juara umum sebelumnya memang sudah menjadi optimisme setelah melihat hasil seleksi tingkat Kabupaten Ciamis.

“Sejak melihat hasil seleksi kabupaten, kami sudah optimistis karena potensinya memang bagus. Alhamdulillah, target tersebut akhirnya bisa tercapai. Ini merupakan hasil kerja bersama,” pungkasnya.

Ketua Panitia Porseni Madrasah Tingkat Jawa Barat, Ujang Dani, turut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berjuang dalam ajang tersebut, khususnya kontingen yang berhasil menjadi juara umum.

“Selamat kepada seluruh juara dan juara umum Porseni Madrasah Tingkat Jawa Barat. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, perjuangan dan dedikasi para peserta selama mengikuti kompetisi,” ujar Ujang Dani.

Ia juga berpesan kepada peserta yang belum berhasil meraih juara agar tidak menjadikan hasil tersebut sebagai akhir dari perjuangan.

“Bagi yang belum juara, jangan berkecil hati. Jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan prestasi pada Porseni dua tahun mendatang,” katanya. (Putri)