Kinerja Lingkungan Dinilai Unggul, Ciamis Raih Makuta Binokasih

Prestasi lingkungan ini mengantarkan Ciamis meraih insentif provinsi sebesar Rp15 miliar

Nasional40 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Konsistensi Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam menjaga kualitas lingkungan kembali mendapat pengakuan di tingkat provinsi. Pada penghujung tahun 2025, Pemkab Ciamis dianugerahi Anugerah Bhakti Kebersihan Makuta Binokasih 2025 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Penghargaan prestisius tersebut diterima dalam rangkaian acara Anugerah Wira Dharma Jawa Barat yang berlangsung di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Selasa (30/12/2025).

Capaian ini diraih di bawah kepemimpinan Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya, sebagai bentuk apresiasi atas kinerja daerah dalam pengelolaan sampah dan lingkungan hidup.

Anugerah Bhakti Kebersihan Makuta Binokasih merupakan penghargaan tertinggi Pemprov Jawa Barat bagi pemerintah daerah yang dinilai berhasil menerapkan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Seiring dengan penghargaan tersebut, Kabupaten Ciamis juga memperoleh insentif anggaran sebesar Rp15 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemberian insentif ini mengacu pada Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 109/PBLS.04/DLH tentang Penyelenggaraan Adipura Berbasis Lintas Sektor Tahun 2025.

Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Dr. Giyatno, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan, tetapi juga penguatan komitmen pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah.

BACA JUGA:  SMAN 1 Ciamis Jadikan EXSIS NISKALA 2026 Ruang Ekspresi Budaya Lokal

Menurutnya, Anugerah Bhakti Kebersihan Makuta Binokasih mendorong peningkatan peran masyarakat melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari sumber, sekaligus memperkuat rantai pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir dengan pendekatan ekonomi sirkular.

“Pengelolaan sampah dilakukan secara terintegrasi lintas sektor untuk mendukung penurunan emisi gas rumah kaca, dengan target mewujudkan zero waste dan zero emission pada 2050,” jelas Giyatno.

Ia menambahkan, upaya tersebut juga diarahkan pada pembangunan kota yang bersih, teduh, dan sehat melalui penyediaan ruang terbuka hijau publik, sehingga menciptakan lingkungan perkotaan yang nyaman dan memiliki nilai estetika tinggi. (Putri)