Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan, Sekolah MAUNG SMAN 1 Ciamis Tetap Cetak Siswa Berprestasi

Pendidikan35 Dilihat

CIAMIS, AMNN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Sekolah MAUNG SMAN 1 Ciamis. Sepanjang Agustus 2026, sejumlah siswa berhasil membawa pulang medali dan gelar juara dari berbagai perlombaan, baik di bidang akademik maupun olahraga.

Di bidang akademik, Niken Aulia Pasaribu, siswa kelas X E-11, berhasil memperoleh medali perunggu pada Indonesian Student Brilliant Olympiad (Science) 2026. Ajang tersebut digelar oleh Satu Prestasi bersama HMIP FISIP Universitas Indonesia.

Medali emas juga berhasil diraih Daffa Ferdiansyah Hidayat dari kelas X E-3 melalui Kompetisi Nasional Pelajar Indonesia (KNPI). Kompetisi itu diselenggarakan oleh Asosiasi Olimpiade Nusantara, Pakar Akademik, dan Satu Prestasi.

Sementara Nazira Kirania, siswa kelas X E-9, mencatatkan prestasi melalui Golden Minds Academic Olympiad 2026. Ia berhasil meraih medali emas dalam kompetisi yang diselenggarakan AON, Satu Prestasi, dan Olimpiade Sains Pelajar (OSP).

Prestasi siswa Sekolah MAUNG SMAN 1 Ciamis juga terlihat dari cabang olahraga atletik. Dalam Sirkuit Atletik Champions 9, para atlet muda sekolah tersebut sukses mendominasi nomor 100 meter pada kelompok usia berbeda.

Pada kategori KU18, Nizar Satria Nugraha dari kelas XI F-7 dan Muhammad Saka Labib Saksana dari kelas XI F-5 sama-sama keluar sebagai juara pertama.

Sementara di kategori KU16, dua siswa SMAN 1 Ciamis, yakni Dika Rivaldi (X E-7) dan Keylani Asri Nurhakim (X E-3), berhasil menempati posisi teratas. Aditya Rizqi Pratama (X E-8) melengkapi raihan tersebut dengan menjadi juara kedua.

Tidak hanya dari akademik dan atletik, prestasi juga ditorehkan melalui olahraga bela diri. Dinar Nurzakyputra dari kelas X E-11 sukses meraih medali emas dalam Panjalu Fighting Series 2 yang digelar PBC dan Pertina Kabupaten Ciamis.

Wakasek Kesiswaan Sekolah MAUNG SMAN 1 Ciamis, Jaen, menyambut positif capaian para siswa tersebut. Ia menilai prestasi yang diraih menjadi gambaran tingginya semangat siswa dalam mengembangkan kemampuan mereka di luar kegiatan pembelajaran reguler.

“Sekolah merasa bangga dan mengucapkan selamat kepada semua siswa yang telah meraih prestasi, terutama di tingkat nasional,” ujar Jaen.

Menurut Jaen, minat siswa untuk mengikuti perlombaan terbilang tinggi. Kesempatan berkompetisi tidak hanya terbuka pada bidang akademik, tetapi juga berbagai kegiatan nonakademik sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing siswa.

Persoalannya, tingginya antusiasme tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan pembiayaan sekolah. Untuk itu, ia berharap ada sinergi lebih kuat antara sekolah, orang tua, komite, pemerintah, alumni, dan pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan.

“Memang kalau siswa antusias dan semangatnya dalam mengikuti pembelajaran maupun lomba yang diselenggarakan di tingkat provinsi ataupun nasional itu sangat besar. Cuma sekolah punya keterbatasan daya dukung dari sisi pembiayaan,” katanya.

Jaen mengatakan, persoalan biaya semakin terasa ketika sebuah kompetisi tidak berhenti pada tahap penyisihan daring. Jika peserta lolos ke babak lanjutan dan harus datang langsung ke lokasi perlombaan, kebutuhan anggaran tentu bertambah.

Pasalnya, keberangkatan tidak hanya menyangkut peserta. Guru atau pembimbing yang mendampingi siswa juga perlu difasilitasi selama mengikuti kompetisi.

“Ketika lomba untuk penyisihan dilakukan secara online, kemudian saat masuk 10 besar, lima besar, atau final harus datang ke tempat penyelenggara, itu yang biasanya perlu dipikirkan dari sisi pembiayaannya. Yang berangkat bukan hanya pesertanya, tetapi juga perlu ada pembimbing,” jelasnya.

Meski menghadapi keterbatasan, pihak sekolah tetap berupaya memberikan dukungan. Sejak awal, siswa dan orang tua diarahkan untuk mengetahui bentuk dukungan yang dapat diberikan sekolah serta kebutuhan yang harus dipersiapkan secara bersama-sama ketika hendak mengikuti perlombaan.

Sekolah juga membangun sistem pembinaan melalui tim yang menangani kompetisi akademik dan nonakademik. Pembimbingan disesuaikan dengan jenis lomba dan kompetensi yang dibutuhkan. Dalam bidang tertentu, pembinaan melibatkan guru mata pelajaran maupun MGMP.

Untuk atletik, pembinaan diarahkan kepada guru olahraga serta jejaring MGMP olahraga.

Upaya penguatan kualitas pembinaan juga dilakukan dari sisi tenaga pendidik. Sekolah mendorong guru untuk terus meningkatkan kemampuan agar pola pembimbingan siswa dapat mengikuti kebutuhan dan perkembangan kompetisi saat ini.

Setiap keberhasilan siswa pun mendapat perhatian dari sekolah. Prestasi mereka antara lain diumumkan saat upacara rutin pada Senin sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi siswa lainnya.

Guru mata pelajaran juga didorong lebih aktif memantau dan menyampaikan informasi mengenai kompetisi yang berpotensi diikuti siswa sesuai bidang dan kemampuannya.

Selain dukungan internal, sekolah juga melihat peran alumni sebagai salah satu potensi yang dapat dikembangkan. Jaen menyebut komunikasi dengan alumni melalui Alusmanis telah berjalan cukup baik dan memberikan dukungan terhadap sejumlah kegiatan sekolah.

“Peran alumni dan dukungan alumni cukup bagus. Memang sampai saat ini belum maksimal dari segi pembiayaan, tetapi dukungannya sudah sangat baik. Tinggal bagaimana meningkatkan lagi komunikasi sekolah dengan para alumni,” katanya.

Dalam hal pendanaan dari pihak luar, sekolah juga membuka peluang kerja sama melalui sponsorship maupun CSR. Namun, kerja sama tersebut tetap harus mengikuti ketentuan dan aturan yang berlaku.

Hingga kini, Jaen mengungkapkan, belum ada sponsor maupun mitra CSR tetap yang secara khusus menjadi pendukung kegiatan prestasi siswa SMAN 1 Ciamis.

Di sisi lain, keterbatasan anggaran tidak membuat program pengembangan siswa dihentikan. Operasional dan sebagainya, program tetap kami jalankan dan dimaksimalkan,” pungkas Jaen. (Putri)