KCD Wilayah 13 Dorong Inovasi Pendidikan Lewat Pembinaan Kepala Sekolah

Pembinaan difokuskan pada penguatan kepemimpinan dan peningkatan mutu pendidikan.

Pendidikan68 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Upaya penguatan kepemimpinan dan sinergi antar satuan pendidikan dilakukan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 13 (XIII) melalui kegiatan Pembinaan dan Capacity Building kepala SMA, SMK, dan SLB. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Bojong Salawe, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, Selasa (3/2/2026).

Kepala KCD Pendidikan Wilayah 13, Dwi Yanti Estriningrum, S.Sos., M.Pd, menjelaskan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan para kepala sekolah dari wilayah Ciamis, Banjar, dan Pangandaran yang selama ini jarang berkumpul secara bersamaan.

“Cakupan wilayah kami cukup luas dan terdiri dari tiga daerah. Karena itu, tidak mudah bagi seluruh kepala sekolah untuk rutin bertemu. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus menyamakan persepsi terhadap program-program prioritas pendidikan,” tuturnya.

Ia menilai, forum pembinaan dan capacity building tersebut juga berfungsi sebagai ruang komunikasi yang efektif antar satuan pendidikan. Menurutnya, keterhubungan antar sekolah menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan.

“Setiap satuan pendidikan memiliki peran dan kepentingan yang saling berkaitan. Jika komunikasi berjalan baik, maka kolaborasi akan lebih mudah terbangun dengan tujuan bersama, yakni meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Barat, khususnya wilayah KCD 13,” katanya.

Dwi Yanti menambahkan, interaksi langsung antar kepala sekolah membuka peluang terjadinya pertukaran ide dan praktik baik. Program yang telah berhasil diterapkan di satu sekolah, lanjutnya, dapat menjadi referensi bagi sekolah lain untuk dikembangkan sesuai karakteristik masing-masing.

Ia juga menegaskan bahwa tantangan di dunia pendidikan harus disikapi sebagai pemicu untuk terus berinovasi. “Beragam tantangan justru menjadi penggerak agar kita tidak berhenti belajar, berkreasi, dan mencari terobosan demi peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Selain sesi pembinaan, kegiatan tersebut diisi dengan aktivitas kebersamaan yang bersifat edukatif. Salah satunya melalui permainan kelompok yang menuntut kerja sama antarpeserta, dengan filosofi memperkuat kekompakan dan solidaritas.

Dwi Yanti berharap, seluruh peserta dapat membawa pulang pengalaman positif dari kegiatan tersebut. Menurutnya, suasana yang menyenangkan akan mendorong lahirnya semangat baru dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin satuan pendidikan.

“Ketika suasana hati gembira, kreativitas dan imajinasi akan tumbuh. Dari sanalah inovasi dalam dunia pendidikan bisa terus berkembang,” pungkasnya. (Putri)