Jutaan Benih Ikan Nila Disalurkan untuk Dukung Budidaya Masyarakat

Penyaluran jutaan benih nila diharapkan mendorong produktivitas dan keberlanjutan budidaya ikan masyarakat.

Daerah35 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Produksi dan distribusi benih ikan nila Nirwana 4 di Kabupaten Ciamis terus berjalan. Melalui Balai Benih Ikan (BBI) Sukamaju, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Ciamis mencatat penyaluran benih ikan nila hingga pekan lalu mencapai 3.474.200 ekor.

Program penyaluran benih tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor perikanan budidaya serta mendukung kebutuhan pembudidaya ikan di berbagai wilayah Ciamis.

Kepala Bidang Pemanfaatan dan Pengendalian Sumber Daya Perikanan Disnakan Kabupaten Ciamis, Aris Andriyana, menyampaikan bahwa pada tahun ini pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari produksi benih ikan nila ditetapkan sebesar Rp27 juta.

“Target PAD dari benih ikan nila tahun ini sebesar Rp27 juta. Sampai sekarang, aktivitas produksi di BBI Sukamaju masih difokuskan pada ikan nila,” kata Aris.

Menurutnya, pemusatan produksi pada ikan nila dilakukan karena varietas Nirwana 4 memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi serta relatif mudah dibudidayakan oleh masyarakat. Sementara itu, pengembangan benih ikan jenis lain belum dapat dilakukan secara masif karena masih berada pada tahap kajian.

“Jenis ikan lain masih dalam proses. Gurame khas Ciamis, misalnya, masih kami teliti dan belum bisa dirilis ke masyarakat karena menunggu hasil penelitian,” ujarnya.

Aris juga menjelaskan bahwa upaya pengembangan benih ikan mas masih sebatas uji coba. Sejumlah kendala seperti keterbatasan lahan, fasilitas pendukung, serta pasokan pakan menjadi faktor penghambat optimalisasi produksi selain ikan nila.

“Keinginan kami tentu ikan mas, lele, dan gurame bisa dibagikan kepada masyarakat. Namun saat ini kami harus realistis, karena pakan dan sarana masih terbatas, sehingga fokus sementara tetap pada nila,” jelasnya.

Ia menambahkan, benih ikan nila yang diproduksi merupakan generasi F4 yang telah melalui proses seleksi untuk memastikan kualitas. Benih nila Nirwana dinilai lebih aman ditebar di perairan umum dibandingkan beberapa jenis ikan lain yang memiliki sifat predator.

“Tidak semua ikan cocok untuk perairan umum. Nila Nirwana relatif aman dan kualitasnya terjaga, sehingga kami selektif dalam menentukan benih yang dibudidayakan,” tambahnya.

Selain produksi benih, Disnakan Ciamis juga memperkuat pengawasan perairan melalui peran Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas). Kelompok ini bertugas memantau dan mencegah praktik penangkapan ikan ilegal, seperti penggunaan setrum atau bahan berbahaya lainnya.

Pokmaswas dibentuk di tingkat desa dan telah dibekali kartu tanda anggota (KTA) resmi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat melalui mekanisme berjenjang dari desa dan kabupaten.

“Secara umum, budidaya ikan nila di Ciamis aman dan akan terus kita dorong. Ke depan, kami berharap pengembangan jenis ikan lain juga bisa direalisasikan untuk masyarakat,” tutup Aris. (Putri)