Heddy S Hedian Minta Pengurus Hiswana Migas Priangan Timur Lebih Inovatif

Daerah, Nasional6 Dilihat

KOTA TASIK, AMNN.CO.ID – Ketua Hiswana Migas DPD III, Heddy S. Hedian, menginstruksikan jajaran pengurus Hiswana Migas Cabang Priangan Timur yang baru untuk memperkuat aspek kreativitas dan inovasi. Hal ini dinilai krusial mengingat dinamika sektor energi yang kian kompleks akibat tekanan ekonomi dan tensi geopolitik global.

“Pengurus harus mampu menjawab tantangan zaman dengan langkah yang nyata,” tegas Heddy saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) IX Hiswana Migas DPC Priangan Timur di Hotel Aston Inn Tasikmalaya, Kamis (16/4).

Salah satu poin utama yang disoroti adalah percepatan transformasi digital dalam distribusi energi.

Heddy menjelaskan bahwa penggunaan teknologi kode QR untuk BBM dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk LPG merupakan instrumen penting agar subsidi negara benar-benar tepat sasaran. Dengan sistem yang terintegrasi secara nasional, risiko kebocoran subsidi diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin.

“Tujuannya jelas, agar masyarakat yang berhak mendapatkan pasokan dengan jumlah dan harga yang sesuai aturan pemerintah,” tambahnya.

Menanggapi dampak konflik Iran-Israel terhadap harga minyak dunia, Heddy menyatakan bahwa Hiswana Migas terus bersinergi dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas domestik. Meski situasi geopolitik memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global, ia memastikan komitmen organisasi untuk menjaga ketahanan energi di tingkat regional.

BACA JUGA:  PMB 2026 Dibuka, STIA YPPT Priatim Tasikmalaya Tawarkan Kuliah Cepat hingga S2

Sejalan dengan itu, ia juga membawa kabar baik bagi masyarakat terkait kepastian harga. Heddy menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan penyesuaian harga BBM dan LPG bersubsidi hingga akhir tahun 2026. Sementara untuk produk non-subsidi, kebijakan harga tetap akan dikaji secara berkala dengan mempertimbangkan berbagai aspek ekonomi.

Selain urusan distribusi, Heddy mengajak masyarakat Jawa Barat untuk mulai mengadopsi budaya hemat energi dan melirik potensi energi alternatif, seperti biogas atau pemanfaatan daur ulang oli bekas. Pola kerja fleksibel seperti Work From Home (WFH) juga dinilai efektif dalam membantu efisiensi energi secara kolektif.

Heddy mengingatkan bahwa pengawasan di lapangan akan semakin diperketat. Bekerja sama dengan aparat penegak hukum, Hiswana Migas berkomitmen menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan barang bersubsidi. Masyarakat pun diimbau untuk proaktif melaporkan jika menemukan kejanggalan atau praktik ilegal dalam distribusi energi di lingkungannya. (Putri)