Ciamis, AMNN.co.id – Pemerintah resmi menghentikan Program Sekolah Penggerak (PSP) dan Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) per 18 Maret 2025.
Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 14/M/2025, yang sekaligus menutup salah satu program prioritas era Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.
Di Kabupaten Ciamis, penghentian program ini menimbulkan pertanyaan besar terkait keberlanjutan karier ratusan guru penggerak.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, terdapat 449 guru penggerak yang telah diluluskan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, melalui Plt Kepala Bidang GTK, Ewo, membenarkan bahwa program tersebut sudah tidak berjalan lagi. Namun, ia menyebut beberapa kegiatan turunan masih tetap berlangsung dengan dukungan dana dari pemerintah pusat.
“Memang program sekolah penggerak sudah dihentikan. Tetapi sekolah yang pernah ikut tetap mendapat dana BOS Kinerja untuk peningkatan kompetensi guru, misalnya untuk pembelajaran mendalam dan koding. Pelatihannya berjalan tiga bulan dengan pola in-on-in,” jelas Ewo, Selasa (26/8/2025).
Meski begitu, ia menegaskan dukungan anggaran dari pusat untuk PGP sudah tidak tersedia lagi. Dari APBD daerah pun tidak ada alokasi khusus. Pemerintah daerah hanya memfasilitasi sekolah untuk mengikuti kegiatan teknis lanjutan yang relevan.
Padahal sebelumnya, sertifikat guru penggerak menjadi salah satu syarat penting untuk menduduki jabatan kepala sekolah atau pengawas. Namun aturan tersebut kini telah berubah, sehingga posisi strategis tidak lagi bergantung pada lulusan program ini.
“Di Ciamis sekitar 40 guru penggerak sudah dialokasikan menjadi pengawas dan kepala sekolah. Tapi ada juga ratusan lainnya yang nasibnya belum jelas, karena aturan sekarang sudah tidak lagi mengharuskan dari guru penggerak,” ungkapnya. (PT)