Guru Penggerak di Ciamis Kehilangan Jalur Karier Setelah Program Dihentikan

- Penulis Berita

Selasa, 26 Agustus 2025 - 11:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Disdik Ciamis.

Kantor Disdik Ciamis.

Ciamis, AMNN.co.id – Pemerintah resmi menghentikan Program Sekolah Penggerak (PSP) dan Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) per 18 Maret 2025.

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 14/M/2025, yang sekaligus menutup salah satu program prioritas era Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.

Di Kabupaten Ciamis, penghentian program ini menimbulkan pertanyaan besar terkait keberlanjutan karier ratusan guru penggerak.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, terdapat 449 guru penggerak yang telah diluluskan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, melalui Plt Kepala Bidang GTK, Ewo, membenarkan bahwa program tersebut sudah tidak berjalan lagi. Namun, ia menyebut beberapa kegiatan turunan masih tetap berlangsung dengan dukungan dana dari pemerintah pusat.

“Memang program sekolah penggerak sudah dihentikan. Tetapi sekolah yang pernah ikut tetap mendapat dana BOS Kinerja untuk peningkatan kompetensi guru, misalnya untuk pembelajaran mendalam dan koding. Pelatihannya berjalan tiga bulan dengan pola in-on-in,” jelas Ewo, Selasa (26/8/2025).

Meski begitu, ia menegaskan dukungan anggaran dari pusat untuk PGP sudah tidak tersedia lagi. Dari APBD daerah pun tidak ada alokasi khusus. Pemerintah daerah hanya memfasilitasi sekolah untuk mengikuti kegiatan teknis lanjutan yang relevan.

BACA JUGA:  192 Siswa Baru Ikuti MPLS di SMPN 5 Ciamis, Antusias Hadir Lebih Awal

Padahal sebelumnya, sertifikat guru penggerak menjadi salah satu syarat penting untuk menduduki jabatan kepala sekolah atau pengawas. Namun aturan tersebut kini telah berubah, sehingga posisi strategis tidak lagi bergantung pada lulusan program ini.

“Di Ciamis sekitar 40 guru penggerak sudah dialokasikan menjadi pengawas dan kepala sekolah. Tapi ada juga ratusan lainnya yang nasibnya belum jelas, karena aturan sekarang sudah tidak lagi mengharuskan dari guru penggerak,” ungkapnya. (PT)

Beri Komentar

Berita Terkait

Grand Design Wajib Belajar 13 Tahun: 1 Tahun Prasekolah Jadi Fondasi Generasi Emas
Jalan Sehat SDN 3 Kertasari, Wujud Kebersamaan Sekolah dan Orang Tua
UT Perkenalkan Sistem Belajar Jarak Jauh kepada Mahasiswa Baru
Festival Tunas Bahasa Ibu Digelar di Ciamis, Ratusan Siswa Ikut Berlomba
Afwaja Center Seleksi Calon Mahasiswa Terbaik untuk Kuliah di Al Azhar Mesir
SMAN 1 Ciamis Sumbang Juara di Bandung Open Pencak Silat 2025
KKRA Ciamis Desak Pemerintah Buka Formasi PPPK untuk Guru RA Swasta
PGMI Ciamis Tingkatkan Kapasitas Guru RA Lewat Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 01:45

Kementerian ATR/BPN Borong Dua Penghargaan di Baznas Award 2025

Kamis, 28 Agustus 2025 - 15:06

Wamen ATR/BPN Lantik Dosen Lektor STPN, Dorong Transformasi Ilmu Pertanahan

Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:55

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Tegaskan Transformasi Layanan Pertanahan

Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:36

Dirjen ATR/BPN Dorong Percepatan RDTR AeroCity Banjarbaru untuk Kepastian Investasi

Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:04

Menteri Nusron: Sawah Tidak Boleh Dialihfungsikan demi Jaga Ketahanan Pangan

Kamis, 28 Agustus 2025 - 13:41

ATR/BPN Pastikan Sertipikasi Tanah Transmigrasi untuk Dukung Reforma Agraria

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 12:36

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Sertipikasi Tanah Wajib Didukung Pemda dan Desa

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 12:29

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Akan Kunjungi Maluku Utara, Bahas Sinergi Pertanahan dengan Pemda

Berita Terbaru

error: Content is protected !!