Era AI Jadi Perhatian, UID Ciamis Bekali 538 Mahasiswa Baru dengan Berpikir Kritis

Pendidikan81 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Sebanyak 538 mahasiswa baru Universitas Islam Darussalam (UID) Ciamis mulai diperkenalkan dengan lingkungan perguruan tinggi melalui kegiatan Ta’aruf Mahasiswa Darussalam (TAMADA) 2026.

TAMADA menjadi salah satu tahapan awal bagi mahasiswa sebelum memasuki kegiatan perkuliahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan dengan kehidupan akademik, lingkungan kampus, aktivitas kemahasiswaan, hingga nilai-nilai yang diharapkan menjadi bekal selama menempuh pendidikan.

Peserta tahun ini berasal dari seluruh program studi yang berada di lingkungan UID Ciamis. Mereka tersebar di Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah.

Dari jumlah tersebut, terdapat 157 mahasiswa asal Nanggroe Aceh Darussalam yang menjadi bagian dari mahasiswa baru UID Ciamis pada tahun akademik 2026.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum sekaligus Asisten Wakil Rektor I UID Ciamis, Dr. Sumadi, M.Ag., menjelaskan bahwa 157 mahasiswa dari Aceh tersebut merupakan penerima beasiswa dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kepercayaan untuk menerima mahasiswa penerima beasiswa tersebut, menurut Sumadi, tidak terlepas dari keberadaan sejumlah program studi UID Ciamis yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan.

Ia menjelaskan, TAMADA memiliki fungsi penting dalam membantu mahasiswa beradaptasi dengan pola kehidupan di perguruan tinggi yang tentunya berbeda dengan jenjang pendidikan sebelumnya.

“Ta’aruf ini menjadi sarana untuk mengenalkan dunia kampus kepada mahasiswa yang sebelumnya berada di jenjang SLTA. Dunia kampus tentu berbeda dengan kehidupan di SMA. Kampus merupakan tempat untuk belajar, bertumbuh, berinteraksi, sekaligus membangun kesadaran baru untuk melakukan perubahan sosial,” kata Sumadi.

BACA JUGA:  Antusias Tinggi, Seluruh Kecamatan Ikuti PORSADIN VIII Kabupaten Ciamis

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi tidak seharusnya hanya berorientasi pada nilai akademik dan perolehan ijazah. Mahasiswa juga perlu dibentuk menjadi sumber daya manusia yang memiliki kemampuan menghadapi dinamika kehidupan dan perubahan sosial.

Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian adalah kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Mahasiswa, kata Sumadi, perlu dibekali kemampuan menguasai teknologi sekaligus memiliki pola pikir kritis. Kemampuan tersebut penting agar perkembangan AI tidak diterima begitu saja tanpa proses pengecekan dan penilaian.

“Mahasiswa harus memiliki tradisi berpikir kritis dan penguasaan teknologi informasi. AI harus dihadapi dengan sikap kritis dan tetap diverifikasi,” ujarnya.

UID Ciamis juga menerapkan pendekatan yang fleksibel selama pelaksanaan TAMADA. Mahasiswa dengan kondisi tertentu tetap dapat mengikuti kegiatan dengan penyesuaian sesuai kebutuhan. Hal tersebut termasuk bagi mahasiswa yang tengah menyusui, sedang hamil, maupun yang baru melahirkan.

Untuk mahasiswa menyusui, misalnya, keikutsertaan dalam rangkaian kegiatan tidak harus dilakukan secara penuh. Sementara mahasiswa yang sedang hamil besar atau telah melahirkan dapat mengikuti kegiatan melalui fasilitas daring yang disediakan kampus.

Beberapa sarana digital seperti Zoom dan YouTube dimanfaatkan agar mahasiswa tetap memperoleh materi dan informasi kegiatan.

“Kalau ada yang menjadi kendala, kita berikan solusi. Mahasiswa tetap mendapatkan haknya sesuai dengan kondisi masing-masing,” kata Sumadi.

Tidak hanya berisi pengenalan kehidupan akademik, TAMADA juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk melihat berbagai aktivitas organisasi dan kreativitas yang tersedia di kampus.

BACA JUGA:  HUT ke-20 Himpaudi, Ribuan Guru PAUD Ciamis Kompak Perjuangkan Hak Profesi

UID Ciamis menghadirkan Expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang memperkenalkan sejumlah pilihan kegiatan mahasiswa. Bidang yang ditampilkan antara lain olahraga, seni, serta kegiatan keilmuan.

Seluruh agenda TAMADA dijalankan selama tiga hari. Setelah kegiatan tingkat universitas berakhir, mahasiswa akan melanjutkan proses pengenalan di tingkat program studi melalui ta’aruf mikro.

Berbeda dengan TAMADA yang bersifat umum, ta’aruf mikro lebih menitikberatkan pada aspek teknis. Mahasiswa akan mendapatkan penjelasan mengenai sistem perkuliahan, mekanisme pembelajaran, administrasi, serta berbagai ketentuan yang berlaku di program studi masing-masing.

Untuk mahasiswa jenjang S1, perkuliahan secara efektif dijadwalkan dimulai pada 12 September 2026. Adapun kegiatan tersebut belum mencakup mahasiswa program pascasarjana. Di sisi lain, Sumadi mengingatkan masyarakat agar mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memilih perguruan tinggi.

Calon mahasiswa dinilai perlu melihat status legalitas kampus, akreditasi program studi, kualitas tenaga pengajar, serta rekam akademik perguruan tinggi. Hal itu dinilai penting agar pilihan tempat kuliah tidak hanya didasarkan pada biaya maupun kemudahan proses masuk.

Ia juga meminta masyarakat berhati-hati terhadap penawaran pendidikan yang menjanjikan kuliah dengan proses sangat mudah dan biaya murah tetapi tidak disertai informasi yang jelas mengenai kampus maupun tenaga pengajarnya.

“Untuk masyarakat umum, hati-hati memilih perguruan tinggi. Sekarang banyak tawaran dari berbagai perguruan tinggi di luar Ciamis yang tidak jelas, dengan tawaran kuliah mudah dan bayaran murah,” ujarnya.

Sumadi menyebut UID Ciamis berusaha memberikan akses pendidikan dengan biaya yang relatif terjangkau tanpa mengesampingkan aspek kualitas.

BACA JUGA:  Kemenag Jabar Apresiasi Ciamis dalam Pengembangan Kampung Zakat

Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah program studi yang dimiliki UID Ciamis telah memperoleh predikat akreditasi unggul. Dari sisi tenaga akademik, UID Ciamis memiliki dosen yang telah menyandang gelar doktor maupun memperoleh sertifikasi pendidik.

“Biaya pendidikan dapat dijangkau dan bisa dicicil. Akreditasi kita unggul. Kita juga termasuk perguruan tinggi swasta Islam yang memiliki banyak dosen tersertifikasi dan doktor,” katanya.

Pengembangan akademik UID Ciamis juga diarahkan pada pembukaan program pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Sejumlah program S2 dan S3 tengah dipersiapkan. Rencana tersebut di antaranya mencakup program S3 Pendidikan Islam dan S2 Hukum Islam.

Selain itu, universitas juga merencanakan program magister di bidang pendidikan, seperti S2 PGMI atau PGSD. Pengembangan program lainnya akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan basis keilmuan dan program sarjana yang telah tersedia.

Untuk jenjang S1, terdapat pula rencana pengembangan program studi seperti Bimbingan dan Konseling (BK) serta bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Dalam penguatan sumber daya akademik, UID Ciamis menyebut telah memiliki tiga profesor. Pihak universitas berharap jumlah tersebut dapat terus bertambah sehingga ke depan setiap fakultas memiliki profesor.

Pelaksanaan TAMADA 2026 dihadiri dari jajaran pimpinan UID Ciamis, termasuk Rektor Universitas Islam Darussalam Dr. Hj. N. Hani Herlina, S.Ag., M.Pd.I., dan Ketua YPI Kaffah UID Ciamis Prof. Dr. K.H. Fadlil Munawwar Manshur, M.S. (putri)