Dua Juara OMI Jabar dari Ciamis Bersiap Hadapi Persaingan Tingkat Nasional

Pendidikan15 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Prestasi membanggakan kembali diraih peserta didik madrasah asal Kabupaten Ciamis. Dua siswa berhasil menempati posisi tertinggi dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Jawa Barat dan dipastikan melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional pada 9–11 November 2026.

Kedua peserta tersebut berasal dari jenjang pendidikan yang berbeda. Muhammad Faqih Abdussyukur dari MAN 1 Ciamis meraih peringkat pertama pada bidang Ekonomi untuk kategori MA/SMA. Sementara itu, Narashya Elshanum Almahyra dari MIS Andalan Cijantung berhasil menjadi juara pertama bidang Matematika kategori MI/SD.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi dunia pendidikan madrasah di Kabupaten Ciamis. Selain membawa nama baik daerah, hasil tersebut memperlihatkan bahwa peserta didik madrasah memiliki peluang untuk berprestasi dan bersaing dalam kompetisi akademik di tingkat yang lebih luas.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis yang juga menjabat Ketua Komite OMI Kabupaten Ciamis, Jajang Jamaludin, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasinya atas keberhasilan kedua peserta didik tersebut.

Ia menjelaskan, keikutsertaan Ciamis dalam kompetisi OMI tingkat nasional merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengembangkan prestasi siswa. Namun, capaian tahun ini memiliki nilai tersendiri karena dua peserta dari jenjang pendidikan berbeda berhasil memperoleh kesempatan mewakili Jawa Barat.

Menurut Jajang, hasil seleksi yang menetapkan peserta menuju tingkat nasional diumumkan pada 10 Oktober 2026 melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.

Persaingan pada OMI tingkat Provinsi Jawa Barat berlangsung ketat. Ajang ini memberikan ruang bagi siswa madrasah maupun sekolah umum untuk memperlihatkan kemampuan dan hasil pembinaan akademik yang telah mereka jalani.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, terdapat 17 peserta didik yang berhasil memperoleh tiket menuju kompetisi nasional. Enam peserta di antaranya berasal dari madrasah, sedangkan 11 peserta lainnya merupakan siswa sekolah umum.

BACA JUGA:  Pembinaan Anugerah Masjid Ramah II Ciamis Fokus Benahi Tata Kelola dan Pelayanan Umat 

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa kesempatan berkompetisi terbuka bagi peserta didik dari berbagai satuan pendidikan. Setiap siswa memiliki peluang untuk melangkah ke tingkat nasional berdasarkan hasil seleksi dan kemampuan yang ditunjukkan selama perlombaan.

Meski berhasil meloloskan dua wakil, Kabupaten Ciamis masih menghadapi pekerjaan rumah dalam memperkuat prestasi pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs). Pada pelaksanaan tahun ini, belum ada peserta dari jenjang tersebut yang berhasil melanjutkan ke tingkat nasional.

Jajang menilai kondisi ini perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Pembinaan diharapkan tidak hanya terpusat pada madrasah yang sudah memiliki rekam jejak prestasi, tetapi juga diperluas agar peserta didik dari berbagai madrasah mendapatkan kesempatan berkembang.

Salah satu langkah yang akan didorong adalah berbagi pengalaman dan strategi pembinaan dari lembaga pendidikan yang berhasil mengantarkan siswanya meraih juara.

MAN 1 Ciamis dan MIS Andalan Cijantung diharapkan dapat menjadi referensi bagi madrasah lain dalam menyusun pola pendampingan peserta didik yang lebih terarah.

Menghadapi persaingan di tingkat nasional, Kementerian Agama Kabupaten Ciamis mulai mempersiapkan program pembinaan bagi kedua siswa terpilih.

Seksi Pendidikan Madrasah telah melakukan koordinasi dengan kepala madrasah dan guru pembimbing untuk menyusun langkah persiapan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta.

Program tersebut direncanakan berjalan secara intensif selama satu bulan. Dalam periode ini, kedua siswa akan mendapatkan kesempatan untuk lebih fokus mempelajari materi yang berkaitan dengan bidang kompetisi masing-masing.

Pihak madrasah juga memberikan dispensasi dari kegiatan pembelajaran reguler agar peserta dapat mengikuti pendalaman materi dengan lebih optimal. Langkah tersebut diharapkan membantu siswa memperkuat penguasaan konsep sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi soal-soal kompetisi.

Meski persiapan akademik menjadi perhatian utama, aspek kesehatan tetap harus dijaga. Jajang mengingatkan guru pembimbing dan pihak madrasah agar mengatur kegiatan latihan secara proporsional sehingga peserta tidak mengalami kelelahan menjelang perlombaan.

BACA JUGA:  LDBI dan CSDC Ciamis Jadi Ajang Seleksi Best Speaker ke Tingkat Provinsi

Menurutnya, kesiapan menghadapi kompetisi bukan hanya ditentukan oleh penguasaan materi, melainkan juga kondisi fisik dan kemampuan peserta menjaga konsentrasi selama mengikuti perlombaan.

Selain memberikan pendampingan, Kemenag Ciamis berencana menyiapkan bentuk penghargaan bagi kedua siswa sebagai apresiasi atas prestasi yang telah diraih.

Capaian di bidang Matematika dan Ekonomi menjadi modal positif bagi pengembangan prestasi akademik madrasah di Kabupaten Ciamis.

Jajang menyebut Matematika pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), serta Ekonomi dan Geografi pada jenjang Madrasah Aliyah (MA), sebagai bidang yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan dalam kompetisi OMI.

Keberhasilan Narashya dan Muhammad Faqih diharapkan dapat mendorong siswa lainnya untuk meningkatkan kemampuan sesuai dengan minat dan bidang akademik yang ditekuni.

Pengalaman pembinaan dari madrasah yang berhasil mencetak peserta berprestasi juga dinilai penting untuk memperkuat sistem pendampingan di daerah. Dengan pola pembinaan yang lebih terencana, peluang untuk menghasilkan peserta kompetisi yang berkualitas diharapkan semakin terbuka.

Jajang berharap keberhasilan dua siswa tersebut tidak berhenti sebagai pencapaian individu. Lebih dari itu, prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi madrasah lain untuk menggali keunggulan masing-masing dan membangun budaya berprestasi di lingkungan pendidikan.

Menjelang pelaksanaan OMI tingkat nasional, Jajang menyatakan optimistis terhadap peluang kedua perwakilan Ciamis untuk memberikan hasil terbaik.

Ia menilai dukungan guru pembimbing, kesungguhan siswa dalam belajar, serta program persiapan yang sesuai dengan kebutuhan peserta menjadi unsur penting dalam menghadapi persaingan nasional.

Ia juga menyoroti pengalaman MIS Andalan Cijantung yang sebelumnya memperoleh undangan khusus pada acara pembukaan OMI. Undangan tersebut diberikan setelah madrasah itu mencatatkan hasil terbaik dalam rangkaian seleksi dari tingkat kabupaten menuju tingkat provinsi.

BACA JUGA:  MAN 3 Cijantung Ciamis Buka PMB, Siapkan Generasi Unggul dan Religius

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menambah semangat peserta didik dan tenaga pendidik untuk mempertahankan kualitas pembinaan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.

Bagi Jajang, prestasi dalam ajang akademik juga memiliki dampak yang lebih luas terhadap perkembangan lembaga pendidikan madrasah. Keberhasilan siswa dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan yang diselenggarakan madrasah.

Capaian tersebut diharapkan meningkatkan ketertarikan orang tua untuk memilih madrasah sebagai tempat pendidikan anak-anak mereka. Dengan demikian, prestasi akademik tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga dapat mendukung peningkatan citra madrasah di tengah masyarakat.

Kementerian Agama Kabupaten Ciamis berkomitmen memperluas pengembangan potensi peserta didik melalui pembinaan yang berkesinambungan, baik pada bidang akademik maupun nonakademik.

Jajang menegaskan bahwa setiap madrasah memiliki karakteristik, kemampuan, dan keunggulan yang berbeda. Oleh sebab itu, kepala madrasah, guru, serta pengawas diharapkan mampu mengenali potensi tersebut dan merancang program pengembangan yang sesuai.

Upaya ini dinilai penting agar pembinaan prestasi tidak hanya bergantung pada kegiatan menjelang perlombaan, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan yang berlangsung secara konsisten.

Dengan pengembangan potensi yang tepat, setiap madrasah diharapkan dapat membangun keunggulan sesuai dengan kemampuan peserta didik dan sumber daya yang dimiliki.

Menutup keterangannya, Jajang menyampaikan ucapan selamat kepada Muhammad Faqih Abdussyukur dan Narashya Elshanum Almahyra atas keberhasilan mereka meraih juara pertama di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan, mulai dari kepala madrasah hingga guru pembimbing, dapat memberikan dukungan maksimal agar kedua siswa mampu tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaik saat berlaga di tingkat nasional.

Jajang juga berharap perjuangan kedua wakil Ciamis tersebut dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi Jawa Barat, Kabupaten Ciamis, serta lembaga pendidikan tempat mereka menimba ilmu.