DP2KBP3A Tekankan Pentingnya KB Pria, Sosialisasi Diperkuat Hingga Kecamatan

Daerah65 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Upaya meningkatkan keterlibatan laki-laki dalam program keluarga berencana terus menjadi perhatian serius DP2KBP3A Kabupaten Ciamis. Sebagai bentuk komitmen tersebut, instansi ini menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Pembinaan Motivator KB Pria tingkat kabupaten, yang berlangsung di sebuah aula rumah makan di Ciamis pada Kamis (4/12/2025).

Sebanyak 54 motivator dari 27 kecamatan hadir dalam kegiatan ini. Mereka merupakan bagian dari jaringan motivator KB Pria yang selama ini aktif mendorong edukasi dan penyadaran masyarakat tentang pentingnya peran laki-laki dalam program KB, terutama terkait metode MOP (Metode Operasi Pria) dan penggunaan kondom.

Kabid Keluarga Berencana, Ketahanan, dan Kesejahteraan Keluarga DP2KBP3A Ciamis, Wati Kuswatini, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan para motivator dalam memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat.

“Melalui pertemuan ini kami mengajak para motivator untuk semakin aktif mengedukasi masyarakat. Banyak laki-laki belum memahami manfaat KB Pria, sehingga diperlukan penyampaian yang lebih intens dan tepat sasaran,” tutur Wati.

Ia menilai rendahnya pengetahuan masyarakat menjadi salah satu faktor utama minimnya partisipasi laki-laki dalam ber-KB. Masih banyak yang menganggap bahwa urusan KB merupakan tanggung jawab perempuan semata, padahal KB Pria menawarkan metode yang aman dan efektif.

BACA JUGA:  DP2KBP3A Ciamis Gencarkan Gerakan Ramadan Ramah Anak untuk Cegah Kekerasan

“Kurangnya pemahaman sering menjadi kendala. Melalui motivator yang sudah dibina sejak tingkat kecamatan, kami berharap informasi yang benar tentang KB Pria dapat diterima lebih luas,” lanjutnya.

Dalam pembinaan tersebut, para motivator tidak hanya mendapatkan materi teknis seputar metode KB Pria, tetapi juga dibekali kemampuan komunikasi, strategi persuasi, hingga cara mendekati pasangan usia subur agar semakin percaya diri mengikuti program KB Pria.

“Dengan penguatan ini, kami ingin para motivator lebih siap turun langsung ke masyarakat—lebih semangat, lebih paham, dan mampu memberikan penjelasan yang meyakinkan,” jelas Wati.

DP2KBP3A berharap keberadaan motivator KB Pria menjadi motor penggerak di setiap kecamatan untuk mendorong pemahaman bahwa program KB adalah tanggung jawab bersama.

“Ketika pria ikut berperan dalam KB, keluarga akan lebih siap dan lebih kuat secara sosial maupun ekonomi. Itu yang ingin kita bangun bersama,” pungkasnya. (Putrie)