DKUKMPP Ciamis Dorong SDM Industri Tembakau Makin Terampil dan Kompetitif

Daerah52 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kabupaten Ciamis dalam pembinaan pelaku industri hasil tembakau (IHT).

Melalui Bidang Industri, DKUKMPP Ciamis menggelar kegiatan koordinasi, sinkronisasi, sekaligus pemberdayaan industri dan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas SDM di sektor IHT skala kecil dan menengah.

Kegiatan tersebut digelar di salah satu Hotel di Ciamis, Rabu (23/9/2026), dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri dari pelaku usaha serta pekerja industri hasil tembakau di Kabupaten Ciamis.

Kepala Bidang Industri DKUKMPP Kabupaten Ciamis, Nanik Kumaladewi, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut diarahkan untuk memperkuat keterampilan pekerja, terutama yang berkaitan langsung dengan proses produksi dan kualitas hasil industri.

Salah satu kemampuan yang menjadi fokus pelatihan adalah teknik blending dan melinting. Menurut Nanik, keterampilan tersebut turut menentukan konsistensi kualitas produk yang dihasilkan.

“Terutama untuk meningkatkan kemampuan mereka, misalnya dari segi blending atau keterampilan melinting. Itu memengaruhi kemampuan mereka dalam mempertahankan kualitas produk,” ujar Nanik.

BACA JUGA:  Kuota Haji Kota Tasikmalaya 2026 Tertinggi di Priangan Timur

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas tenaga kerja diperlukan agar pelaku IHT dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan serta tuntutan industri. Pelatihan juga menjadi sarana untuk memperkuat kembali kemampuan pekerja yang sebelumnya telah memiliki pengalaman di bidang tembakau.

Tidak hanya keterampilan produksi, peserta turut dibekali pemahaman mengenai cukai dan aspek legalitas produk. Materi terkait ketentuan cukai disampaikan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai.

Sementara itu, sesi praktik menghadirkan praktisi industri tembakau dari Garut. Peserta memperoleh pembelajaran mengenai proses blending, teknik meracik bahan sesuai ukuran sigaret kretek tangan, hingga cara melinting agar menghasilkan produk yang rapi.

“Kalau materi cukai tentu berkaitan dengan legalitas produk. Sedangkan untuk praktik, materinya blending dan melinting, termasuk tata cara meracik bahan sesuai ukuran sigaret kretek tangan serta teknik melinting yang rapi,” katanya.

Nanik menyebut kemampuan melinting membutuhkan ketelitian, bukan sekadar mampu membuat rokok secara manual. Kerapian hasil produksi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kualitas produk.

BACA JUGA:  Kemenag Ciamis Perkuat Tata Kelola Madrasah Lewat Penyusunan SOP dan MORA

Dalam menentukan peserta, DKUKMPP juga mempertimbangkan pelaku usaha maupun pekerja yang belum pernah mendapatkan pelatihan sejenis. Bagi mereka yang telah memiliki pengalaman mengikuti pelatihan, kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk kembali mengasah keterampilan.

Di sisi lain, pemerintah daerah terus mengingatkan pelaku IHT agar memperhatikan aspek standar produksi dan legalitas. Dengan memenuhi ketentuan yang berlaku, produk diharapkan dapat memiliki daya saing sekaligus mendukung keberlangsungan usaha.

Nanik berharap program pembinaan tersebut memberikan dampak bagi pekerja maupun pelaku usaha. Peningkatan keterampilan diharapkan dapat menunjang produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Sementara bagi pemerintah daerah, keberadaan IHT yang menjalankan usaha secara legal juga memiliki keterkaitan dengan penerimaan dari sektor cukai.

“Harapannya pelaku industri tembakau dapat bersaing secara sehat, dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya. Pelatihan tidak cukup hanya sekali atau dua kali karena perkembangan zaman terus berjalan,” tuturnya.

Menurut Nanik, peningkatan kemampuan harus dilakukan secara berkelanjutan agar pelaku IHT di Kabupaten Ciamis dapat mengikuti perubahan industri dan menghadapi persaingan usaha secara sehat.

BACA JUGA:  Ribuan Siswa Adu Kemampuan di OMI Tingkat Kabupaten Ciamis 2026

“Dengan mengikuti pelatihan dan terus meningkatkan kemampuan, mudah-mudahan mereka bisa bersaing secara sehat dengan perusahaan-perusahaan lain,” pungkasnya. (Putri)