Dicky Candra Apresiasi Kekompakan Alumni Smanda Tasikmalaya Angkatan 99

Daerah61 Dilihat

KOTA TASIK, AMNN.CO.ID – Alumni SMA Negeri 2 (Smanda) Kota Tasikmalaya angkatan 1999 menggelar reuni perak yang dikemas dalam suasana penuh keakraban di Ballroom Hotel Santika, Kota Tasikmalaya, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang mempertemukan kembali para alumni setelah puluhan tahun berpisah sejak menamatkan pendidikan di bangku SMA.

Sekitar 100 alumni hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka datang dari berbagai daerah dengan latar belakang profesi yang beragam, mulai dari pengusaha, akademisi, aparatur pemerintahan hingga pelaku usaha.

Plh Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra mengaku bangga melihat banyak alumni Smanda yang berhasil meniti karier dan tetap menjaga hubungan baik dengan almamater maupun sesama teman sekolah.

Menurut Dicky, reuni memiliki makna lebih dari sekadar melepas rindu. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk saling menginspirasi dan membangun jejaring yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia mencontohkan sejumlah alumni yang telah sukses di berbagai bidang, seperti peternakan, dunia usaha, hingga pemerintahan. Keberhasilan mereka, kata Dicky, dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berusaha meraih cita-cita.

“Banyak alumni yang menunjukkan bahwa kesuksesan diraih melalui kerja keras, ketekunan, dan sikap pantang menyerah. Itu yang perlu dicontoh oleh anak-anak muda saat ini,” ujarnya.

Ketua Ikatan Alumni Smanda 99, Iman Hilman, mengatakan reuni tersebut merupakan perayaan 25 tahun kelulusan yang sempat tertunda selama dua tahun. Karena itu, panitia mengusung konsep “25+2” sebagai simbol reuni perak yang baru dapat terlaksana tahun ini.

Ia menyebutkan antusiasme alumni cukup tinggi. Dari target 100 peserta yang ditetapkan panitia, seluruh kuota berhasil terpenuhi, bahkan sejumlah alumni lainnya menyatakan akan bergabung menyusul.

Iman menjelaskan, reuni tidak hanya difokuskan pada kegiatan silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah untuk menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan alumni. Sejumlah peserta memberikan kontribusi berupa donasi, bantuan pembiayaan kehadiran rekan-rekan alumni, hingga dukungan dalam bentuk produk usaha yang dijadikan suvenir kegiatan.

“Kami ingin menjaga nilai kebersamaan, saling mendukung, dan saling membantu. Tidak ada perbedaan status ataupun profesi. Semua berkumpul sebagai keluarga besar Smanda 99,” katanya.

Sebagai bentuk penghargaan kepada para pendidik, panitia juga menyiapkan bantuan yang akan disalurkan melalui Ikatan Alumni Smanda bagi guru-guru yang telah memasuki masa purnabakti.

Setelah rangkaian acara resmi selesai, reuni dilanjutkan dengan hiburan dan penampilan musik yang membawakan lagu-lagu era sekolah para alumni. Suasana penuh nostalgia pun mewarnai pertemuan yang telah lama dinantikan tersebut.

Iman berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang sebagai sarana memperkuat hubungan antarsesama alumni sekaligus memperluas manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Yang ingin kami jaga adalah semangat guyub, rukun, dan berbagi. Semoga kebersamaan ini terus terpelihara dan membawa kebaikan bagi banyak orang,” tuturnya. (Eput)