Dari Panas Ekstrem Arab Saudi ke Tasikmalaya, Jamaah Haji Banyak Terserang Batuk dan Pilek

Daerah46 Dilihat

KOTA TASIK, AMNN.CO.ID – Kepulangan 441 jamaah haji asal Kota Tasikmalaya yang tergabung dalam Kloter KJT 4 tidak hanya diwarnai keterlambatan sekitar enam jam, tetapi juga berbagai keluhan kesehatan yang diduga dipengaruhi cuaca ekstrem selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.

Rombongan jamaah haji akhirnya tiba di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya pada Kamis malam (4/6/2026) pukul 23.04 WIB menggunakan 12 bus dan satu bus cadangan. Kedatangan mereka disambut keluarga yang telah menunggu sejak siang hari.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Tasikmalaya, H. Husna Mustopa, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima penjelasan resmi terkait penyebab keterlambatan kepulangan Kloter KJT 4.

Namun, berdasarkan informasi yang diterima dari jamaah, keterlambatan tersebut diduga berkaitan dengan kendala pada sistem pendingin udara atau AC pesawat yang digunakan selama perjalanan.

“Secara spesifik kami belum menerima rilis resmi. Hanya saja informasi yang kami terima dari jamaah, sempat ada kendala pada AC pesawat sehingga menimbulkan ketidaknyamanan selama perjalanan,” kata Husna.

BACA JUGA:  ESDM Akui Tambang Ilegal Sulit Diawasi, Dugaan Aktivitas Tanpa Izin Jadi Sorotan

Selain keterlambatan, kondisi kesehatan jamaah juga menjadi perhatian petugas. Menurut Husna, sebagian jamaah mengalami batuk dan pilek setelah menjalani rangkaian ibadah haji di tengah suhu tinggi dan cuaca berdebu di Arab Saudi.

“Banyak jamaah yang mengalami batuk dan pilek. Setelah pulang ke rumah masing-masing, mereka juga harus tetap melakukan pemantauan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Koordinator Pendamping Bus, Agus, membenarkan bahwa keluhan batuk dialami oleh banyak jamaah selama perjalanan menuju Tasikmalaya.

“Hampir di setiap bus ada jamaah yang batuk. Kemungkinan karena perubahan cuaca yang cukup ekstrem. Di Arab Saudi cuacanya sangat panas, sementara saat tiba di Indonesia kondisinya lebih dingin,” katanya.

Menurut Agus, gejala tersebut sudah mulai dirasakan jamaah sebelum kepulangan ke Tanah Air. Bahkan saat beristirahat di Al-Mahdiyin, keluhan batuk sudah banyak terdengar dari jamaah di hampir seluruh bus.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana, menjelaskan terdapat satu jamaah yang mengalami penurunan saturasi oksigen sehingga harus mendapatkan penanganan medis.

BACA JUGA:  Ratusan Jemaah Haji Kloter 31 Asal Ciamis Resmi Diberangkatkan

Jamaah tersebut sempat menjalani pemeriksaan di rumah sakit di Cideres, Majalengka, sebelum akhirnya dibawa menggunakan ambulans untuk melanjutkan perjalanan menuju Tasikmalaya.

Selain itu, satu jamaah lainnya yang memiliki riwayat stroke juga harus mendapatkan penanganan khusus karena mengalami keterbatasan mobilitas.

“Yang satu mengalami gejala sisa stroke sehingga sulit mobilisasi ke bus. Karena itu langsung dievakuasi menggunakan ambulans sejak turun dari pesawat. Kondisinya aman,” ujar Asep.

Ia menyebutkan satu jamaah telah diperbolehkan pulang ke rumah, sementara satu jamaah lainnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina.

Asep mengungkapkan kondisi fisik jamaah memang rentan mengalami penurunan setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji yang padat. Terlebih selama berada di Arab Saudi, jamaah harus menghadapi suhu yang mencapai sekitar 48 derajat Celsius disertai angin dan debu yang cukup tinggi.

“Jamaah baru menyelesaikan rangkaian ibadah yang panjang dan menguras tenaga. Cuaca di sana juga sangat panas dan berdebu. Karena itu kami mengimbau jamaah untuk memperbanyak istirahat setelah tiba di rumah agar kondisi tubuh tidak menurun,” katanya.

BACA JUGA:  Dicky Candra Apresiasi Kekompakan Alumni Smanda Tasikmalaya Angkatan 99

Meski diwarnai keterlambatan dan sejumlah keluhan kesehatan, seluruh jamaah haji Kloter KJT 4 akhirnya tiba di Kota Tasikmalaya dengan selamat dan disambut hangat oleh keluarga yang telah menanti sejak siang hari. (Eput)