ATR/BPN Tekankan Keadilan Sosial dalam Setiap Kebijakan Publik

Nasional22 Dilihat

JAKARTA, AMNN.CO.ID – Nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya diperingati setiap tahun, tetapi harus diwujudkan dalam setiap kebijakan dan pelayanan kepada masyarakat. Pesan tersebut disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di lapangan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Staf Khusus Menteri ATR/BPN Bidang Pemberantasan Mafia Tanah, Yaved Duma Parembang, yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Dalam pidato tersebut, ia menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam setiap kebijakan publik yang diambil pemerintah.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” ujar Yaved.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini diselenggarakan oleh Kementerian ATR/BPN bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol ATR/BPN, Shamy Ardian, bertugas sebagai perwira upacara, sementara sejumlah petugas lainnya berasal dari Kementerian PKP.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, tetapi juga relevan sebagai fondasi untuk mendorong perdamaian dan keadilan di tingkat global.

Dalam pidato yang dibacakannya, Yaved menyebut Pancasila telah terbukti menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia tetap mampu menjaga persatuan dalam keberagaman.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia mempertahankan keutuhan bangsa yang terdiri atas ribuan pulau dan ratusan kelompok etnis tidak lepas dari kuatnya nilai-nilai Pancasila yang menjadi perekat kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi. Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam ikatan kebangsaan,” katanya.

Upacara tersebut diikuti para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama, pejabat administrator, serta pegawai dari Kementerian ATR/BPN dan Kementerian PKP. Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen aparatur negara dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila melalui pelayanan publik yang adil, inklusif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.