Afwaja Center Lepas 383 Calon Mahasiswa ke Mesir, Syaikh Jamal Faruq Tekankan Adab dan Keikhlasan

Nasional165 Dilihat

CIAMIS, AMNN.CO.ID – Guru Besar Ilmu Aqidah dan Ilmu Kalam Universitas Al-Azhar Kairo, Prof. Dr. Syaikh Jamal Faruq Al-Daqqaq Al-Azhari, menekankan pentingnya adab, akhlak, dan keikhlasan dalam menuntut ilmu. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Mahrojan Tsuroyya 2026 yang diselenggarakan Afwaja Center sebagai momentum pelepasan 383 calon mahasiswa yang dipersiapkan melanjutkan pendidikan ke Mesir, di Pondok Pesantren Sibghotul Azhar As-Syarif, Kabupaten Ciamis, Senin (12/10/2026).

Menurut Syaikh Jamal Faruq, menuntut ilmu tidak cukup hanya dengan menguasai materi atau menghafal pelajaran. Para pelajar perlu memahami ilmu secara mendalam, menjaga adab terhadap orang lain, serta mengamalkan pengetahuan yang diperoleh dengan penuh keikhlasan.

Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan menuntut ilmu merupakan anugerah yang patut disyukuri. Karena itu, para calon mahasiswa diharapkan memanfaatkan kesempatan belajar sebaik-baiknya dan meneladani kesungguhan para ulama terdahulu dalam mendalami ilmu agama.

Syaikh Jamal Faruq turut menyoroti pentingnya menjaga semangat belajar di tengah kemajuan teknologi. Menurutnya, kemudahan akses internet dan berbagai sumber pembelajaran digital semestinya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, bukan justru mengurangi kesungguhan dalam menuntut ilmu.

Ia menegaskan bahwa menghafal saja tidak cukup tanpa disertai pemahaman yang benar. Para penuntut ilmu diharapkan mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan ilmu yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Afwaja Center Lepas 383 Calon Mahasiswa, 90 Orang Berasal dari Ciamis

Kegiatan Mahrojan Tsuroyya 2026 diselenggarakan Afwaja Center di bawah kepemimpinan Direktur Afwaja Center, Ustadz Yumna Ilahy, L.C. Dalam kegiatan tersebut, Yumna menyampaikan bahwa sebanyak 383 calon mahasiswa dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke Mesir.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 orang berasal dari Kabupaten Ciamis. Sementara itu, calon mahasiswa lainnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Lombok, Kediri, dan Tangerang.

Selain itu, tujuh kader mendapatkan beasiswa sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan dan pengembangan generasi muda yang akan mendalami ilmu keislaman.

Yumna menjelaskan, para calon mahasiswa terlebih dahulu mengikuti pembinaan intensif selama tiga bulan di Afwaja Center. Pembinaan tersebut meliputi penguasaan bahasa Arab, pengenalan materi keislaman, pendidikan karakter, serta penguatan mental sebagai bekal menjalani kehidupan dan pendidikan di Mesir.

Menurutnya, kemampuan berbahasa Arab menjadi salah satu bekal utama untuk mengikuti perkuliahan dan memahami literatur keislaman di Universitas Al-Azhar.

“Sebagaimana disampaikan oleh Prof. Dr. Syaikh Jamal Faruq, bahasa Arab merupakan kunci penting dalam mempelajari agama. Karena itu, anak-anak kami persiapkan tidak hanya dari sisi bahasa, tetapi juga pemahaman keagamaan, karakter, dan mental,” ujar Yumna.

Ia menambahkan, pembinaan tersebut tidak hanya berorientasi pada kesiapan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru. Para calon mahasiswa diharapkan mampu menjalani pendidikan di Mesir dengan sungguh-sungguh serta menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk jenjang sarjana (S1), masa pendidikan diperkirakan berkisar antara empat hingga lima tahun, bergantung pada program studi dan ketentuan pendidikan yang berlaku.

Selain pembekalan akademik, para calon mahasiswa juga diperkenalkan dengan kebudayaan dan kebiasaan masyarakat setempat. Persiapan tersebut dinilai penting agar mereka dapat beradaptasi selama menempuh pendidikan di luar negeri.

Dalam kegiatan pelepasan itu, para peserta turut menampilkan hasil pembinaan selama tiga bulan di Afwaja Center. Penampilan tersebut antara lain pidato berbahasa Arab dan pertunjukan bertema bahasa Arab.

Yumna menegaskan bahwa keberangkatan para calon mahasiswa ke Mesir bukan sekadar untuk memperoleh gelar akademik atau pengalaman belajar di luar negeri. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu memperdalam ilmu agama dan kembali ke Indonesia untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap setelah menyelesaikan pendidikan di Mesir, mereka kembali ke Indonesia dan menyebarkan ilmu agama yang telah dipelajari. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami dalam mempersiapkan generasi penerus keilmuan Islam,” katanya.

Melalui Mahrojan Tsuroyya 2026, Afwaja Center berharap dapat mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan pemahaman keagamaan, tetapi juga berakhlak baik, berintegritas, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan dakwah Islam setelah menyelesaikan studi di Mesir. (PUTRI)