Ciamis, AMNN.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis resmi mengukuhkan pengurus Kelompok Kerja Guru Raudlatul Athfal (KKGRA) tingkat kabupaten dan kecamatan se-Ciamis, bersamaan dengan pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) II Kelompok Kerja Raudlatul Athfal (KKRA).
Ketua KKRA Kabupaten Ciamis, Lalis Lismaidah, menjelaskan bahwa KKGRA merupakan wadah koordinasi bagi para guru RA dalam menyusun perangkat pembelajaran, seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan modul ajar, serta menggelar kegiatan pengembangan kompetensi, mulai dari workshop, lomba, hingga pelatihan.
Adapun KKRA adalah forum komunikasi para kepala RA dari tingkat kecamatan hingga provinsi.
“Pembentukan KKGRA ini adalah tindak lanjut instruksi Kemenag agar organisasi guru RA memiliki struktur resmi. Dengan adanya wadah ini, koordinasi lebih mudah, program pembelajaran bisa lebih terarah, dan kualitas guru dapat terus meningkat,” tutur Lalis.
Ia memaparkan, dalam 100 hari terakhir, pihaknya telah melaksanakan berbagai program, di antaranya manasik haji anak, workshop bagi 1.500 guru, bimbingan teknis operator, sosialisasi e-jasa, pelatihan public speaking, akreditasi lembaga, hingga beragam lomba untuk guru maupun siswa.
Namun, Lalis juga mengakui masih ada pekerjaan rumah besar, yakni banyak guru RA yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan S1 sesuai petunjuk teknis. “Dari sekitar 1.600 guru, baru 400 yang sudah memiliki sertifikasi. Hambatan utamanya adalah biaya dan waktu, apalagi sebagian besar guru masih berstatus honorer,” ungkapnya.
Kepala Kemenag Ciamis, Asep Lukman Hakim, menambahkan bahwa pembentukan KKGRA memiliki dasar hukum yang jelas, yakni Peraturan Direktur Jenderal (Perdirjen) No. 1381 Tahun 2020 tentang organisasi profesi guru di bawah naungan Kemenag.
“Melalui KKGRA, kami ingin mendorong peningkatan kualitas guru RA setiap tahun. Guru harus terus mengembangkan kompetensi, memanfaatkan pelatihan, bahkan mengambil peluang beasiswa yang tersedia di tingkat nasional,” ujar Asep.
Ia juga menekankan bahwa Kemenag Ciamis saat ini mengacu pada kurikulum yang berlaku, namun diharapkan mampu mengintegrasikan kurikulum berbasis cinta, yang menanamkan kasih sayang kepada sesama manusia dan seluruh ciptaan Tuhan.
Raker II KKRA ini diharapkan menjadi ajang perumusan program kerja yang inovatif, kolaboratif, dan aplikatif, sehingga mutu pembelajaran di jenjang pendidikan anak usia dini di Kabupaten Ciamis semakin berkualitas. (PUTRI)