Ciamis, AMNN.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dikabarkan akan menyerahkan kewenangan penyelenggaraan ibadah haji kepada Badan Penyelenggara Haji (BPH) mulai tahun 2026. Dengan demikian, tahun 2025 menjadi tahun terakhir Kemenag menjalankan tugas tersebut.
Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Ciamis, H. Nana, menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima instruksi resmi atau petunjuk teknis dari pusat terkait rencana peralihan tersebut.
“Kalau pusat sudah menyampaikan hal itu di media, termasuk oleh Pak Menteri, memang disebutkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi, mulai 2026 kewenangan akan diambil alih oleh BPH. Namun, secara resmi kami di daerah belum menerima surat atau petunjuk teknis apa pun,” ujar H. Nana saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (18/7/2025).
Meski demikian, kata dia, Kemenag Ciamis masih bekerja sebagaimana biasa dengan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) dan regulasi yang berlaku dalam penyelenggaraan ibadah haji.
“Kami ini pasukan di daerah. Kalau sudah ada keputusan dari pusat, kami tinggal melaksanakan saja. Yang penting, tugas kami tetap memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah,” tegasnya.
Terkait evaluasi pelaksanaan haji tahun ini, H. Nana menyebut secara umum berjalan dengan baik. Namun, terdapat sejumlah kendala teknis yang sifatnya kasuistik, seperti keluhan sebagian jemaah asal Ciamis terhadap fasilitas tenda di Arafah.
“Kalau dari sisi manajemen, pelayanan kami sudah sangat maksimal. Memang ada keluhan, tapi itu lebih pada kasus tertentu. Kloter lain merasa nyaman. Biasanya, kekurangan cepat viral, sementara kebaikan jarang disampaikan,” jelasnya
Mengenai persiapan penyelenggaraan haji tahun 2026, ia menuturkan bahwa hingga kini belum ada perubahan kebijakan terkait kuota maupun teknis pelaksanaan. Kemenag Ciamis masih menjalankan proses pendaftaran dan pembatalan sebagaimana biasa.
“Kami belum bisa bicara banyak soal tahun depan karena semua menunggu rilis resmi dari pusat. Saat ini kegiatan kami berjalan seperti biasa,” katanya.
Sementara itu, mengenai pembangunan gedung layanan haji yang tengah berlangsung di Ciamis, H. Nana memastikan bahwa proyek tersebut merupakan program Kemenag dan tidak berkaitan langsung dengan rencana alih kewenangan ke BPH
Ia berharap, siapa pun yang nantinya diberi tanggung jawab sebagai penyelenggara ibadah haji, pelayanan terhadap jemaah tetap menjadi prioritas utama.
“Harapan kami, sebagaimana harapan Pak Menteri, semoga layanan haji ke depan semakin baik. Itu yang utama,” pungkasnya. (PUTRI)