Ciamis, AMNN.co.id – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis masih menunggu hasil seleksi kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II formasi tahun 2024.
Hasil seleksi tersebut dijadwalkan akan diumumkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada rentang waktu 16 hingga 30 Juni 2025.
Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Ciamis, Rifki Arifin, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima hasil resmi dari pemerintah pusat.
“Kami masih menunggu hasil dari BKN. Namun, peserta yang tidak lulus seleksi berpeluang dipertimbangkan untuk menjadi PPPK paruh waktu,” ujarnya saat ditemui pada Kamis (22/5/2025).
Rifki menjelaskan, mekanisme penetapan PPPK paruh waktu masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Menurut data BKN, total peserta seleksi tahap I dan II di Ciamis mencapai sekitar 4.000 orang.
Ia menambahkan, peserta yang mengalami kesulitan dalam menggunakan komputer saat ujian telah difasilitasi oleh BKN dengan perangkat layar sentuh (touchscreen).
“Dalam setiap sesi ujian, terdapat sekitar 40 hingga 50 peserta yang tidak terbiasa menggunakan komputer. Mereka kami bantu dengan perangkat touchscreen dari BKN agar tetap bisa mengikuti ujian,” jelasnya.
Terkait penempatan peserta yang lulus, Rifki menegaskan bahwa hal tersebut akan mengikuti ketentuan dari Kementerian PAN-RB dan sesuai unit kerja masing-masing formasi.
“Misalnya, jika formasi penata pengelola pemerintahan ditempatkan di kecamatan, maka penempatan kerjanya harus mengikuti unit kerja di kecamatan tersebut,” katanya.
Seleksi kompetensi PPPK tahap II sendiri telah dilaksanakan pada 11 hingga 14 Mei 2025 di titik lokasi mandiri BKN Tasikmalaya, yakni di Gedung Alfath Building Center.
Meskipun bertepatan dengan hari libur dan cuti bersama, ujian tetap berlangsung dengan antusiasme peserta yang tinggi.
Dari total 1.703 peserta yang lolos seleksi administrasi pasca sanggah, sebanyak 1.669 orang hadir dan 34 peserta tidak mengikuti ujian. Ujian dilakukan dalam tiga sesi per hari, masing-masing berdurasi 130 menit.
Rifki merinci, pada hari pertama terdapat satu sesi dengan 200 peserta, dan empat orang tidak hadir. Hari kedua diikuti 600 peserta dalam tiga sesi, dengan 10 orang tidak hadir. Hari ketiga juga diikuti 600 peserta, dan 12 tidak hadir. Sementara itu, pada hari terakhir terdapat 303 peserta, dan delapan orang tidak hadir. (PUTRI)