Menteri ATR/BPN Peringatkan Bahaya Penyalahgunaan Dokumen Tanah

- Penulis Berita

Rabu, 14 Mei 2025 - 12:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian ATR/BPN.

Kementerian ATR/BPN.

Sleman, AMNN.co.id — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau masyarakat untuk menjaga sertipikat tanah dengan baik dan tidak mudah memberikan kepada pihak lain, termasuk keluarga dekat. Pesan itu ia sampaikan usai menyerahkan 811 sertipikat hasil program Konsolidasi Tanah untuk tanah tutupan Jepang di Kantor Lurah Parangtritis, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta, Sabtu (10/5/2025).

“Kalau ada yang mau pinjam sertipikat, meski itu keponakan, jangan diizinkan. Kalau diminta tanda tangan, baca baik-baik. Kalau tidak bisa baca tulis, minta tolong Pak Carik membacakan. Jangan sampai ditipu,” ujar Menteri Nusron dalam pesannya kepada warga.

Ia berharap kepemilikan sertipikat ini dapat memberikan rasa aman dan tenang bagi masyarakat, serta menjadi aset penting untuk menunjang kehidupan yang lebih baik.

Sertipikat yang diserahkan tersebut merupakan hasil Konsolidasi Tanah atas lahan yang dikenal warga sebagai “tanah tutupan Jepang” — yaitu tanah milik masyarakat yang dirampas oleh tentara Jepang pada masa penjajahan antara tahun 1943 hingga 1945 untuk kepentingan pertahanan.

BACA JUGA:  Kementerian ATR/BPN Sepakati Langkah Strategis Atasi Banjir di Bekasi dan Bogor

Pengembangan Pertanahan (PTPP), Embun Sari, menjelaskan bahwa konsolidasi ini tidak hanya bertujuan memberikan legalitas atas tanah, tetapi juga memastikan penataan ruang berjalan sesuai rencana.

“Pertama, kami pastikan status tanahnya jelas agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Pemda juga mengakui bahwa tanah ini milik masyarakat,” jelas Embun.

Total 811 sertipikat yang dibagikan mencakup luas tanah sebesar 703.844 meter persegi dan diberikan kepada 680 penerima di tujuh dusun, yaitu Sono, Duwuran, Kretek, Grogol VII, Grogol VIII, Grogol IX, dan Grogol X.

Embun menambahkan bahwa dalam program Konsolidasi Tanah, pemerintah juga melakukan penataan ulang fungsi lahan sesuai tata ruang, termasuk pengalokasian untuk fasilitas umum seperti jalan, drainase, rumah ibadah, serta lahan pertanian dan permukiman.

“Penataan ini memastikan masyarakat tidak hanya memperoleh legalitas, tetapi juga lingkungan yang tertata dengan infrastruktur dasar yang memadai,” terangnya. (PUTRI)

Beri Komentar

Berita Terkait

Kementerian ATR/BPN Borong Dua Penghargaan di Baznas Award 2025
Wamen ATR/BPN Lantik Dosen Lektor STPN, Dorong Transformasi Ilmu Pertanahan
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Tegaskan Transformasi Layanan Pertanahan
Dirjen ATR/BPN Dorong Percepatan RDTR AeroCity Banjarbaru untuk Kepastian Investasi
Menteri Nusron: Sawah Tidak Boleh Dialihfungsikan demi Jaga Ketahanan Pangan
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dorong Transformasi Layanan Pertanahan
ATR/BPN Pastikan Sertipikasi Tanah Transmigrasi untuk Dukung Reforma Agraria
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Sertipikasi Tanah Wajib Didukung Pemda dan Desa

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 01:45

Kementerian ATR/BPN Borong Dua Penghargaan di Baznas Award 2025

Kamis, 28 Agustus 2025 - 15:06

Wamen ATR/BPN Lantik Dosen Lektor STPN, Dorong Transformasi Ilmu Pertanahan

Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:55

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Tegaskan Transformasi Layanan Pertanahan

Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:36

Dirjen ATR/BPN Dorong Percepatan RDTR AeroCity Banjarbaru untuk Kepastian Investasi

Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:04

Menteri Nusron: Sawah Tidak Boleh Dialihfungsikan demi Jaga Ketahanan Pangan

Kamis, 28 Agustus 2025 - 13:41

ATR/BPN Pastikan Sertipikasi Tanah Transmigrasi untuk Dukung Reforma Agraria

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 12:36

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Sertipikasi Tanah Wajib Didukung Pemda dan Desa

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 12:29

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Akan Kunjungi Maluku Utara, Bahas Sinergi Pertanahan dengan Pemda

Berita Terbaru

error: Content is protected !!